by Agus Kurniawan
25. August 2009 13:38
Ini pengalaman gw mengenai Altaris dan ASP.NET. Sebulan lalu, gw mengerjakan project reporting berbasis ASP.NET. Setelah selesai dibuat, gw deploy ke web server dimana didalamnya juga diinstall Altaris. Setelah diregister ASP.NET 2.0 ke IIS rupanya aplikasi ASP.NET tidak bisa dijalankan. Kalau di browse via IE akan error
Server Unavailable
Dan kalau di cek pada bagian eventlog maka kita memperoleh error message sebagai berikut
Failed to execute request because the App-Domain could not be created
Solusi
Setelah coba sana-sani dan analisa sekuriti, rupanya ISAPI Altaris melakukan block ISAPI ASP.NET sehingga solusinya remove ISAPI Altaris dari website. Sekarang anda happy
by Agus Kurniawan
20. August 2009 16:48
Seperti sebelumnya gw jelas mengenai singkat WCF di http://blog.aguskurniawan.net/post/Introduction-to-Windows-Communication-Foundation-(WCF).aspx. Saatnya kita coba mempraktekan WCF.
Lab Environment
Untuk keperluan ini dibutuhkan
OS Windows XP/Vista atau Windows Server 2000/2003/2008
Visual Studio 2008
Membuat Aplikasi Hello World WCF 3.5
Disini kita membuat aplikasi WCF yang dihosting di web ASP.NET. Sedangkan client akan berbentuk console app.
WCF Server
Pertama-tama kita buat aplikasi WCF server yang bertindak sebagai service server. Berikut ini langkah-langkahnya:
Buat project dan pilih templet ASP.NET Web Application, lihat gambar dibawah
Beri nama project dan solution. Jika selesai klik tombol OK. Selanjutnya pada project tersebut, klik kanan dan pilih Add->New Item, contohnya seperti gambar dibawah
Kemudian akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah
Pilih WCF Service dan tulis nama file nya. Jika selesai, klik tombol Add. Misalkan disini namanya MyWCF maka akan dihasilkan file IMyWCF.cs, MyWCF.svc, dan MyWCF.svc.cs
Berikut ini code untuk IMyWCF.cs
[ServiceContract]
public interface IMyWCF
{
[OperationContract]
string DoWork(string data);
}
Sedangkan implementasi pada file MyWCF.svc.cs
public class MyWCF : IMyWCF
{
public string DoWork(string data)
{
return string.Format("Data={0}", data);
}
}
Jika selesai, lakukan compile dan build. Pastikan tidak ada error. Kalau sudah ok, kita test WCF server nya. Caranya klik kanan file MyWCF.svc dan pilih menu View in Browser
Selanjutnya pada browser akan muncul tampilan seperti dibawah ini
Ok, pekerjaan pembuatan WCF server sudah selesai.
WCF Client
Setelah WCF server selesai dibuat, kita akan membuat aplikasi client berbasis console. Tambahkan project baru dengan template Console Application.
Setelah project console dipilih maka pertama-tama kita menghubungkan aplikasi WCF client ke WCF Server. Caranya klik kanan project dan pilih menu Add Service Reference seperti gambar dibawah ini
Selanjutnya akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini
Isi URL WCF Server dan kemudian klik tombol Go. Jika selesai, klik tombol OK. Ini akan menghasil Service Reference dan penambahan file baru yaitu app.config. Isinya:
<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>
<configuration>
<system.serviceModel>
<bindings>
<wsHttpBinding>
<binding name="WSHttpBinding_IMyWCF" closeTimeout="00:01:00"
openTimeout="00:01:00" receiveTimeout="00:10:00" sendTimeout="00:01:00"
bypassProxyOnLocal="false" transactionFlow="false" hostNameComparisonMode="StrongWildcard"
maxBufferPoolSize="524288" maxReceivedMessageSize="65536"
messageEncoding="Text" textEncoding="utf-8" useDefaultWebProxy="true"
allowCookies="false">
<readerQuotas maxDepth="32" maxStringContentLength="8192" maxArrayLength="16384"
maxBytesPerRead="4096" maxNameTableCharCount="16384" />
<reliableSession ordered="true" inactivityTimeout="00:10:00"
enabled="false" />
<security mode="Message">
<transport clientCredentialType="Windows" proxyCredentialType="None"
realm="" />
<message clientCredentialType="Windows" negotiateServiceCredential="true"
algorithmSuite="Default" establishSecurityContext="true" />
</security>
</binding>
</wsHttpBinding>
</bindings>
<client>
<endpoint address="http://localhost:3569/MyWCF.svc" binding="wsHttpBinding"
bindingConfiguration="WSHttpBinding_IMyWCF" contract="RefWCF.IMyWCF"
name="WSHttpBinding_IMyWCF">
<identity>
<dns value="localhost" />
</identity>
</endpoint>
</client>
</system.serviceModel>
</configuration>
Nilai http://localhost:3569/MyWCF.svc, dapat diganti disesuaikan dengan URL dan port nya.
Selanjutnya pada file Program.cs, tulis code sebagai berikut:
using System;
using ClientWCF.RefWCF;
namespace ClientWCF
{
class Program
{
static void Main(string[] args)
{
Console.WriteLine("Call WCF");
MyWCFClient wcf = new MyWCFClient();
string resultData = wcf.DoWork("Selamat datang WCF");
Console.WriteLine(resultData);
Console.ReadLine();
}
}
}
Jika selesai, lakukan compile dan build. Pastikan tidak ada error yang terjadi.
Menjalankan Aplikasi
Pertama-tama jalan app WCF Server nya. Selanjutnya baru jalankan WCF client, berikut ini contohnya
Apabila app WCF client dijalankan melalui VS 2008 dengan mode debugging maka mungkin mendapatkan error seperti dibawah ini
Supaya gak keluar error diatas, pada bagian WCF server, pastikan debug dibuat true
Source Code
Source aplikasi ini dapat didownload di http://download.aguskurniawan.net/DownloadFile.aspx?file=3975b820-6099-4f80-914b-105a9be0c883
Semoga berguna….
by Agus Kurniawan
19. August 2009 06:19
Beberapa tahun lalu Microsoft meluncurkan suatu library atau framework yang dikenal Windows Communication Foundation atau disingkat dengan WCF. Library ini memungkinkan kita membantu kita dalam membangun aplikasi berbasis distribusi data. WCF ini sebenarnya merupakan enkapsulasi dari Socket sehingga para developer tidak perlu fokus ke level socket dalam membuat aplikasi distribusi data tetapi lebih fokus pada format data yang merupakan suatu kontrak yang mengikat ketika ingin melakukan komunikasi. Pada saat peluncuran library WCF, Microsoft sudah meluncurkan development tool yaitu Visual Studio 2005 yang targetnya untuk .NET Framework 2.0. Sedangkan library WCF tersebut berjalan diatas .NET Framework 3.0 atau diatasnya sehingga untuk membuat aplikasi WCF dengan menggunakan Visual Studio 2005 maka kita memerlukan WCF Extension yang diinstall dimana Visual Studio 2005 diinstall atau menggunakan Visual Studio 2008 yang baru-baru ini diluncurkan.
Unified Programming Model
WCF tidak hanya hadir untuk menyelesaikan permasalahan dasar pada sistem distribusi tetapi juga memperbaiki dalam proses pengembangan perangkat lunak. WCF menawarkan model programming yang memungkinkan untuk integrasi beberapa model pemrograman. Tujuan integrasi model programming tidak lain hanya untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi lamanya proses pengembangan perangkat lunak.
Model pemrograman yang ditawarkan pada WCF seperti yang terlihat pada gambar 1. Setidaknya ada 5 model pemrograman yang dapat kita gunakan untuk berkomunikasi dengan aplikasi WCF. Kelima model pemrograman ini antara lain
Web Service (WS)/WS Enhancement (WSE)
Web Service (WS) seperti kita ketahui merupakan salah satu cara untuk mendistribusi data dalam bentuk service dan model WS ini diimplementasi dengan pendekatan Service Orientation Architecture (SOA). Sedangkan WS Enhancement (WSE) adalah salah satu jawaban untuk menyelesaikan permasalahan pada WS terutama pada data transfer yang berupa plain text sehingga WSE memberikan alternatif lain yang memungkinknan data transfer dapat berupa binary. Selain itu, WSE juga menawarkan sistem sekuriti yang lebih baik. WS dan WSE dengan berbagai fitur yang mengesankan menjadikan ini salah satu solusi yang ditawarkan oleh Microsoft dan WCF sebagai pengembangan baru dari WS secara inline dapat berkomunikasi dengan WS maupun WSE melalui interop.
Attribute-Based Programming
Pemrograman berbasis Attribute adalah fitur yang ditawarkan oleh .NET Framework guna membuat aplikasi dengan mudah yaitu cukup dengan memasang attribute pada objek yang didefinisikan. Enterprise service adalah bentuk implementasi dari pemrograman attribute-based. Contoh enterprise service adalah COM+. WCF dapat berkomunikasi dengan COM+ melalui attribute-based.
REST/HTTP Programming
WCF tidak hanya berkomunikasi dengan platform tetapi juga dapat berkomunikasi pada protokol jaringan seperti HTTP. Protokool ini digunakan oleh WCF untuk distribusi data
Message-Oriented Programming
Salah satu bentuk message-oriented adalah MSMQ (Microsofr Message Queuing) yang dapat digunakan untuk distribusi data dan juga fitur antrian. WCF dan MSMQ dapat berkolaborasi guna menghasilkan aplikasi yang lebih baik.
.NET Remoting
.NET Remoting adalah platform komunikasi yang secara implementasinya hanya dapat digunakan pada lingkungan aplikasi berbasis .NET. WCF bisa dikatakan secara implisit merupakan pengganti dari teknologi .NET Remoting dengan fitur yang jauh lebih lengkap. Walau WCF dapat menggantikan .NET Remoting tetapi WCF sendiri dapat langsung berkomunikasi dengan .NET Remoting.
-----------------
Bersambung ke [V]
by Agus Kurniawan
16. August 2009 09:09
Collection dapat dikatakan fitur yang sering digunakan dalam pemrograman apapun bahasa pemrograman. Pada lingkungan .NET, collection dapat dilakukan dengan pendekatan
Clasic collection
Generic collection
Perbedaan pendekatannya ini hanya pada penekanan native type collection itu sendiri. Dengan native type atau strong ini dapat mendongkrak performance dari code itu sendiri.
Generic Dictionary
Dictionary salah satu collection object yang disediakan oleh .NET. Dengan menggunakan key dan value, collection ini cocok untuk data yang mempunyai key sehingga integrasi data dapat terjaga. Class diagram Dictionary dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Penggunaan Objek Dictionary<>
Untuk menggunakan objek ini, pastikan menambahkan namepace ini
1: using System.Collections.Generic;
Selanjutnya instansiasi objeknya harus diberikan tipe objek collection, contoh macam-macam instansiasi objek Dictionary.
Dictionary<string, int> col1 = new Dictionary<string, int>();
Dictionary<string, string> col2 = new Dictionary<string, string>();
Dictionary<int, int> col3 = new Dictionary<int, int>();
Dictionary<int, Employee> col4 = new Dictionary<int, Employee>();
Menambah Data
Untuk menambahkan data, cukup memanfaatkan method Add(). Masukkan data sesuai dengan tipe nya, contoh
col1.Add("a", 10);
col1.Add("b", 15);
col1.Add("c", 20);
col2.Add("M1120", "Pemrograman C#");
col2.Add("M1121", "Pemrograman ASP.NET");
col2.Add("M1122", "Pemrograman Silverligt");
Menampilan Data
Menampilkan data objek Dictionary, kita dapat memanfaatkan objek KeyValuePair dan selanjutnya lakukan looping. Berikut ini ilustrasinya:
foreach (KeyValuePair<string, int> item in col1)
{
Console.WriteLine("Key: {0} ; Value: {1}", item.Key, item.Value);
}
foreach (KeyValuePair<string, string> item in col2)
{
Console.WriteLine("Key: {0} ; Value: {1}", item.Key, item.Value);
}
Contoh hasilnya seperti gambar dibawah ini
Mengedit Data
Apabila kita ingin mengeditnya kita harus mengetahui key data yang akan diedit. Setelah didapatkan key baru memanfaatkan [] kita dapat mengedit nilainya, ilustrasi code sebagai berikut:
col1["a"] = 30;
col2["M1120"] = "Pemrograman T-SQL";
Menghapus Data
Menghapus data pada objek Dictionary juga membutuhkan key data. Dengan memanfaatkan method Remove() dengan parameter key, kita dapat menghapus data tersebut. Berikut ini ilustrasi code nya:
col1.Remove("a");
col2.Remove("M1120");