//CP Code - Code Repository for Programming Problem

by Agus Kurniawan 4. February 2012 16:37
Bagi rekan-rekan yang berkecimpung dalam bidang pengembangan aplikasi, masalah yang terjadi dalam membuat aplikasi merupakan hal yang umum dihadapi. Permasalahan satu dengan lainnya kadang memiliki kesamaan kasus. Oleh karena itu, kemunculan portal CP Code, http://www.cpcode.net, akan memberikan warna lain bagaimana memberikan solusi terhadap beberapa kasus yang dapat diselesaikan dengan kode program. Untuk mengakses kasus dan solusinya pada CP Code diperlukan voucher dan ini memang tidak gratis tapi anda dapat mengakses gratis secara gratis selama 3 hari ketika mendaftar anggota baru. Secara harga memang tidak begitu mahal tetapi anda dapat menikmati konten yang banyak dengan berbagai kasus dan bahasa pemrograman. Sekarang harga promonya sangat murah dan dapat dibaca disini. Setiap minggu dan bulan akan selalu banyak konten disediakan oleh CP Code. Kita dapat juga berpartisipasi dengan mengirim kasus melalui CP Code disini. Semoga ini berguna untuk semuanya.

Tags:

.NET | C/C++ | Python | Lifestyle

Penerapan Metodologi Scrum Dengan Team Foundation Server 2010

by Agus Kurniawan 15. November 2011 06:26
Membuat aplikasi perangkat lunak tidaklah semudah apa yang dibayangkan. Membuat aplikasi juga bukan sekedar memprogram dan debugging. Banyak faktor non teknis kadang mempengaruhi dalam proses pembuatan aplikasi apalagi aplikasi ini dibuat dengan banyak team. Hal ini kita memerlukan suatu metodologi mulai mengatur team, jadwal hingga proses pembuatan aplikasi dalam membuat aplikasi perangkat lunak. Pada artikel ini penulis akan mengajak pembaca bagaimana memanfaatkan metodologi Scrum dalam membuat aplikasi yang dibantu dengan tool Visual Studio 2010 dan Team Foundation Server 2010. Mengenal Metodologi Scrum Scrum adalah suatu framework yang bersifat iteratif dan incremental dalam manajemen proyek yang berbasis agile software development (salah satu tipe software engineering). Fokus utama Scrum adalah manajemen pengembangan produk. Sekitar tahun 1986 Hirotaka Takeuchi dan Ikujiro Nonaka mengembakan suatu solusi dalam pengembangan produk komersial yang dapat meningkatkan kecepatan dan flesibilitas dimana ini didasarkan pada studi kasus industri manufacturing, automative, komputer, photocopier dan printer. Metode ini mereka sebut dengan pendekatan holistic atau rugby. Sedangkan DeGrace dan Stahl pertama kali memperkenalkan istilah Scrum pada metodologi rugby pada tahun 1991. Istilah metodologi Scrum diperkenalkan pada workshop Business Object Design and Implementation yang merupakan bagian OOPSLA pada tahun 1995 dimana Sutherland dan Schwaber membawakan makalah mengenai metodologi Scrum. Beberapa orang istilah Scrum kadang ditulis dengan SCRUM (semua huruf besar) walaupun SCRUM bukanlah suatu singkatan tertentu. Scrum Roles Pada implementasi metodologi Scrum pembagian team dibagi menjadi tiga role yaitu •    Product Owner •    ScrumMaster •    Team Product owner mewakili suara customer dan bertanggungjawab terhadap team yang akan mengimplementasi dari requirement ke implementasi. Product owner biasanya menulis daftar fitur produk berdasarkan diskusi dalam model user story dan memperioritaskan daftar fitur yang dimasukkan kedalam product backlog. Satu team Scrum akan mempunyai satu product owner dan juga anggota team development. Direkomendasikan bahwa role product owner tidak digabungkan dengan role ScrumMaster. ScrumMaster bertugas untuk membawa team dari hambatan-hambatan dalam pengembangan produk. ScrumMaster bertanggungjawab atas kemajuan pengembangan produk. Team yang bertanggungjawab dalam realisasi produk jadinya. Biasanya satu team terdiri sampai 5-9 orang dengan ketrampilan yang dimiliki bervariasi yaitu analisa, desain, develop, test, technical communication hingga dokumentasi. Setiap anggota team dituntut untuk bekerja sendiri dan mengatur manajemen sendiri dalam koridor dalam satu team. Visual Studio 2010 dan Team Foundation Server   Seperti yang kita ketahui, Microsoft sudah mengeluarkan tool development yang dikenal dengan Visual Studio. Pada saat ini produk Visual Studio yang terbaru adalah Visual Studio 2010. Tool ini tidak hanya ditujukkan untuk memprogram tetapi dalam digunakan untuk melakukan desain dan testing. Contoh aplikasi Visual Studio 2010 Ultimate Edition dapat dilihat pada gambar 2. Lebih lengkap mengenai produk ini pembaca dapat melihat pada website Microsoft di http://msdn.microsoft.com/en-us/vstudio/default Gambar 2. Aplikasi Visual Studio 2010 Ultimate Edition Ketika kita mengembangkan suatu aplikasi secara bersama-sama dengan Visual Studio maka diperlukan suatu media yang dapat menghubungkan kode program antar programmer, architect dan tester. Dalam hal ini, Microsoft menyediakan produk apa yang dikenal dengan Team Foundation Server. Produk ini menawarkan solusi meliputi •    Project Management •    Work item tracking (WIT) •    Version control •    Test case management •    Build automation •    Reporting •    Virtual lab management Team Foundation Server (TFS) merupakan produk berbasis produk server yang ditujukkan untuk programmer, tester, architect, project manager, business analysis dan orang yang ingin berkontribusi dalam pengembangan perangkat lunak. Secara umum TFS terdiri dari dua bagian yang dapat diimplementasi dalam satu atau lebih mesin komputer. Dua bagian ini meliputi •    Application Tier. Ini merupakan kumpulan web service yang mana mesin client dapat berkomunikasi pada protokol web service. •    Data Tier. Ini terdiri dari database SQL Server yang menyimpan logic database dari TFS. Data ini termasuk data reporting. Seluruh data disimpan kedalam database termasuk kode program. Contoh aplikasi Team Foundation Server 2010 dapat dilihat pada gambar 3. Pembaca dapat membaca lebih lengkap mengenai TFS pada website Microsoft dengan alamat http://msdn.microsoft.com/en-us/vstudio/ff637362 Gambar 3. Aplikasi Team Foundation Server 2010 Instalasi Template Scrum Sebelumnya kita sudah menghubungkan Team Foundation Server dan Visual Studio 2010. Sekarang kita akan mengkonfigurasi Scrum pada Team Foundation Server dan Visual Studio 2010. Guna keperluan ini, kita harus menginstall template Scrum. Proses instalasi template Scrum kedalam Team Foundation Server dan Visual Studio 2010 dapat dibaca di majalah PC Media edisi 10 tahun 2011. Gambar 18. Menambah template Scrum pada Team Foundation Server Penggunaan Scrum Pada Team Foundation Server Setelah template Scrum sudah diinstall pada Team Foundation Server maka kita dapat langsung menggunakan. Hal yang paling mudah adalah membuat project baru. Cara penggunaan template Scrum pada Visual Studio 2010 dapat dibaca di majalah PC Media edisi 10 tahun 2011. Gambar 19. Memilih template Scrum pada team project Gambar 20. Team project baru dengan menggunakan template Scrum   **seluruh isi artikel ini dapat dibaca pada majalah PC Media edisi 10 tahun 2011. Semoga berguna

Tags:

.NET | Papers

Release Virtual Mac Address 1.0

by Agus Kurniawan 9. October 2011 00:43
I’m proud to introduce my open source, Virtual Mac Address, based on .NET technology. This tool can be used to spoof mac address on your network adapter. Today I released Virtual Mac Address application version 1.0. It’s available for x86 and x64 platform. It also provides source code that you could modify at your own risk. All you can download on http://galunggung.codeplex.com/releases/view/74655

Tags:

Galunggung | .NET | Networking

Getting Started–Virtual Mac Address 1.0

by Agus Kurniawan 8. October 2011 23:45
This tutorial how to get started for virtual mac address application, http://galunggung.codeplex.com/. To illustrate how to use, I ‘m going to show virtual mac address application for x86 platform. System Requirement Choice what your platform you want to install. There are two platform you can use, x86 and x64. You can download them on http://galunggung.codeplex.com/releases . Before installing, your computer should already installed .NET Framework 4.0 Installation After downloaded virtual mac address setup file, you could start to install by clicking setup file (*.msi) and then you will see a dialog as below Click Next button. You will get a dialog to choice a folder that you want to install this application. Click Next button if you choice it. Then you will get a confirmation installation dialog as below. Click Next button to begin installation. If installed success, you will get a confirmation dialog as below Click Close button to finish installation process. Now you’re ready to use this tool. Application Screenshot After installation process was done, you can start to run it by clicking application menu on Windows Menu and you will get virtual mac address application as below Entry Spoofed Mac Address You could entry mac address manually or automatically. If you want to entry mac address manually, you could entry mac address on yellow textbox. Otherwise, you could click Auto Generate button to generate a random mac address. After filled mac address, click Apply button to move it into spoofed textbox. Another option to entry spoofed mac address, you could use a list of spoofed mac address by clicking Look up button and then you will get a dialog as below Entry spoofed mac address manually or automatically and then click Add button. You also can delete this a spoofed mac address. To choice a spoofed mac address, click a spoof mac address on grid and then click Select button. Activate Spoofed Mac Address If you have already filled a spoofed mac address, you can apply it on specific network address. Click Activate button to do it. Restore to Original Mac Address If you want to reset your mac address on network adapter, you can click Restore button Uninstall Application You could uninstall this application by clicking setup file and then you will get a dialog as below Choice Remove Virtual Mac Address and click Finish button. You could also to uninstall it through Uninstall a program in Programs and Features

Tags:

.NET | Security | Networking | Galunggung

Membuat Aplikasi Berbasis Platform 64-bit

by Agus Kurniawan 8. April 2011 09:16
Perkembangan komputer yang begitu cepat dan tanpa sadar sudah banyak dibanjiri platform komputer yang berbasis 64-bit namun perkembangan pemrograman sekarang masih juga berorientasi pemrograman berbasis 32-bit so pada edisi April 2011 majalah PC Media gw menulis mengenai bagaimana membuat program berbasis 64-bit. Apa itu Platform 64-bit? Pada konsep arsitektur komputer istilah 64-bit menunjukan 64-bit integer dan tipe data lainnya mempunya ukuran 64 bits. Ini artinya kita mendefinisikan platform 64-bit dengan panjang data yang dimiliki. Dengan ukuran data yang lebih besar dibandingkan dengan 32-bit maka sistem platform 64-bit kinerjanya akan jauh lebih cepat karena data yang diprosesnya lebih banyak. Dari segi fitur processor, platform 64-bit memungkinkan dapat meningkatkan kinerja processor tersebut. Contoh perbandingan fitur processor Intel 32-bit dan 64-bit dapat dilihat pada gambar dibawah ini Aplikasi 32-bit Pada Platform 64-bit Sebagian besar sistem operasi berplatform 64-bit tidak mengijinkan aplikasi 32-bit berjalan diatas sistem operasi ini tapi beberapa sistem operasi 64-bit mengijinkan aplikasi 32-bit berjalan diatasnya. Teknik yang digunakan menggunakan emulasi. Salah satu contohnya adalah teknologi WoW64 (Windows 32-bit On Windows 64-bit). Teknologi WoW64 memungkinkan aplikasi 32-bit dapat berjalan diatas platform OS Windows 64-bit antara lain: Windows 2000 Limited Edition Windows XP Professional x64 Windows Server 2003 x64 Windows Vista dan 7 berbasis x64 Windows Server 2008 x64 Khusus untuk Windows dengan platform Itanium aplikasi 32-bit sebagian besar tidak dapat dijalankan.  Arsitektur umum teknologi WoW64 dapat dilihat pada gambar dibawah  dimana realisasinya Microsoft menambahkan komponen library antara lain: WoW64.dll – Untuk mengatur initialisasi thread dan process serta melakukan interferensi system call WoW64win.dll – Menangkap GUI system call WoW64cpu.dll – Untuk mengatur thread context pada spesifik CPU Bagaimana implementasi pada C/C++, .NET dan java untuk membuat program berbasis 64-bit? lebih lengkapnya dapat dilihat pada majalah PC Media edisi April 2011. Referensi 64-Bit, http://en.wikipedia.org/wiki/64-bit  Intel 64 Architecture, http://www.intel.com/technology/intel64/index.htm  Microsoft .NET, http://www.microsoft.com/net  Sun Java, http://java.sun.com

Tags:

Papers | C/C++ | .NET | Java

Buku “Konsep dan Implementasi Cryptography dengan .NET”

by Agus Kurniawan 28. March 2011 00:04
Ini buku gw yang mengenai Konsep dan Implementasi Cryptography dengan .NET. Buku ini diterbitkan oleh Dian Rakyat pada tahun Mei 2008. Tujuan ditulisnya buku ini untuk memberikan referensi bagaimana mengimplementasi konsep-konsep cryptography kedalam bentuk suatu program. Sedangkan program yang dipilih adalah platform yang menggunakan .NET . Informasi Umum Judul: Konsep dan Implementasi Cryptography dengan .NET Total Halaman: 272 Ukuran: 14 x 20.5 cm ISBN: 979-523-834-4 Sinopsis Dunia jaringan internet global tidak mungkin kita hindari dan salah satu tugas kita dalam dunia internet global adalah bagaimana menjaga keamanan data dan data transfer yang kita miliki. Salah satu cara untuk menjaga data tersebut adalah dengan melakukan proses enkripsi baik dengan menggunakan key maupun tidak. Ilmu bagaimana melakukan enkripsi dan dekripsi suatu pada lingkungan akademis dikenal dengan Cryptography. Ilmu ini bisa dikatakan sangat menantang dan banyak sekali peneliti melakukan pengkajian mulai dari design algoritma untuk cryptography hingga implementasinya. Selain itu, ada juga peneliti yang memfokuskan diri melakukan pengujian algoritma cryptography tersebut. Pada kebanyakan materi cryptography terutama algoritma-nya banyak diimplementasikan dengan bahasa C/C++. Nah, buku ini dibuat untuk mereka yang ingin mengimplementasi cryptography dengan menggunakan .NET Framework. Buku ini dirancang untuk memberikan suatu wacana baru didunia sekuriti terutama pada crytography. Pembahasan dalam buku ini dengan menggunakan metode step-by-step dan praktis serta dilengkapi dengan studi kasus bagaimana mengimplementasikan kedalam aplikasi berbasis .NET. Materi dalam buku ini dibahas mulai dari konsep .NET Cryptography, hashing, CRC, cryptography algorithm, digital signature dan ceritificate, manajemen key hingga penerapan Enterprise Library untuk sistem sekuriti. Selain juga membahas bagaimana melakukan enkripsi dari connection string yang berisi informasi user account database yang memang harus diamankan. Setelah membaca buku ini anda diharapkan dapat mengimplementasi algoritma cryptography dengan menggunakan .NET dan mempraktekan dalam project yang sedang atau akan dilakukan. Semua algoritma cryptography dalam buku ini diimplementasikan dengan menggunakan C# 2.0  dengan IDE Visual C# 2005 dan juga disertai source code dalam bentuk CD. Updated: Tersedia dalam untuk C# 4.0 dengan Visual Studio 2010 Daftar Isi Daftar Isi Kata pengantar Bab 1 - Konsep .NET Cryptography     1.1 Enkripsi dan Dekripsi     1.2 Apakah Cryptography Itu ?     1.3 Istilah-Istilah Pada Cryptography     1.4 Cryptosystem     1.5 Cryptographic Protocol     1.6 Cryptanalysis     1.7 Fungsi Cryptography         1.7.1 Secrecy         1.7.2 Integrity         1.7.3 Authentication         1.7.4 Non-Repudiation     1.8 Cryptography Pada Library .NET Framework         1.8.1 Cryptography Pada OS Windows         1.8.2 Namespace System.Security.Cryptography Bab 2 - Algoritma Transformasi Base 64     2.1. Mengenal Transformasi Base 64         2.1.1 Privacy-Enhanced Mail (PEM)         2.1.2 Multipurpose Internet Mail Extention (MIME)         2.1.3 UTF-7         2.1.4 OpenPGP     2.2 Analisa Algoritma Transformasi Base 64     2.3 Implementasi Transformasi Base 64 pada .NET Bab 3 - Algoritma Random Generator     3.1. Konsep Random Number     3.2 Analisa Random Number         3.2.1 Uniform Random Numbers     3.3 System.Random     3.4 Secure Random Number Untuk Cryptography         3.4.1 RandomNumberGenerator         3.4.2 RNGCryptoServiceProvider Bab 4 - Hash Cryptography     4.1. Konsep Hash Cryptography     4.2 Analisa Hash Cryptography         4.2.1 Unkeyed Hash Function         4.2.2 Keyed Hash Function     4.3 Implementasi Hash Function Dengan .NET         4.3.1 Unkeyed Hash Function         4.3.2 Keyed Hash Function Bab 5 - Mendeteksi Data Error Dengan Algoritma CRC     5.1. Konsep CRC     5.2 Implementasi CRC32 Bab 6 - Symmetric cryptography     6.1. Konsep Symmetric Cryptography     6.2 Analisa Symmetric Cryptography         6.2.1 Stream Ciphers         6.2.2 Block Ciphers     6.3 Implementasi Symmetric Cryptography Bab 7 - Asymmetric cryptography     7.1. Konsep Asymmetric Cryptography     7.2 Analisa Asymmetric Cryptography     7.3 Implementasi Asymmetric Cryptography (RSA)         7.3.1 Public dan Private Key         7.3.2 Encryption dan Decryption Bab 8 - Digital Signature dan Certificate     8.1 Konsep Digital Signature         8.1.1 Algoritma Digital Signature     8.2 Certificate         8.2.1 Certificate Authority (CA)         8.2.2 Format X.509 Certificate     8.3 Implementasi Digital Signature Dengan .NET     8.4 Certificate Dengan .NET Bab 9 - Data Protection API (DPAPI)     9.1 Mengenal DPAPI     9.2 Proteksi Data Dengan DPAPI     9.3 Proteksi Data Memory Bab 10 - Manajemen Key Cryptography     10.1 Key Management     10.2 Distribusi Key     10.3 Penyimpanan Key     10.4 Best Practice Management Key Bab 11 – Sistem Authentikasi Dengan Kerberos     11.1 Apakah itu Kerberos     11.2 Kegunaan Kerberos     11.3 Protokol Kerberos     11.4 Prinsip Kerja Kerberos     11.5 Kekurangan Sistem Kerberos     11.6 Implementasi Kerberos Pada OS Windows     11.7 Kerberos V5 Pada OS Windows         11.7.1 Kerberos SSP Architecture         11.7.2 Kerberos Physical Structure         11.7.3 Proses dan Interaksi Sistem Kerberos         11.7.4 User-to-User Authentication     11.8 Konfigurasi Kerberos Pada Web Server OS Windows Server 2003 Bab 12 – Enkripsi Database Connection String     12.1 Database Connection String     12.2 Metode Enkripsi Connection String     12.3 Enkripsi Connection String Dengan DPAPI     12.4 Enkripsi Connection String Dengan RSA Bab 13 – Pemanfaatan Enterprise Library Untuk Sistem Sekuriti     13.1 Enterprise Library     13.2 Instalasi Enterprise Library     13.3 Arsitektur Enterprise Library     13.4 Enterprise Library Tool     13.5 Hello World Enterprise Library     13.6 Cryptography Application Block         13.6.1 Cara Penggunaan         13.6.2 Cryptography Provider         13.6.3 Skenario Penggunaan Bab 14 – Daftar Pengecekan Sistem Keamanan .NET     14.1 Pendahuluan     14.2 Daftar Pengecekan .NET Framework 2.0     14.3 Daftar Pengecekan ADO.NET 2.0     14.4 Daftar Pengecekan ASP.NET 2.0 Daftar Pustaka Lampiran Tentang Penulis

Tags:

Books | Security | .NET

Mengenal Entity Framework 4.0

by Agus Kurniawan 18. March 2011 09:20
Selain menulis artikel Mengenal Teknologi Mobile Qt, gw juga menulis satu artikel di majalah PC Media edisi Maret 2011 yaitu topik Mengenal Entity Framework 4.0. Apa Itu Entity Framework? Pada bulan Juli 2008 Microsoft meluncurkan ADO.NET Entity Framework yang merupakan bagian dari Visual Studio 2008 Service Pack 1 dan .NET Framework 3.5 Service Park 1. Selain itu Microsoft juga memperkenalkan LINQ (Language Integrated Query). Hal ini menunjukkan Microsoft sangat serius untuk meningkatkan produktifitas produksi dalam membangun aplikasi. Kemudian Microsoft meluncurkan Entity Framework bersamaan dengan diluncurnya Visual Studio 2010 dan .NET Framework 4.0. Apa itu Entity Framework? Entity Framework adalah sekumpulan teknologi ADO.NET yang membantu mapping antara pengembangan object-oriented dan database. Metode ini dikenal dengan ORM (Object-Rational Mapping). Kalau diteliti lebih dalam Entity Framework lebih sekedar dari ORM karena Entity Framework juga dapat bekerja sebagai ERM (Entity Relationship Model). Selain Entity Framework, kita juga dapat menjumpai solusi lain yaitu NHibernate. Solusi persistent .NET object ke relational database. NHibernate merupakan hasil porting dari Hibernate java ke .NET Framework SPRING.net. Framework berbasis open source yang merupakan hasil porting Spring Framework dimana ini memungkinkan kita untuk membuat komponen yang terintegrasi kedalam multi-tier application Pada artikel ini penulis akan memaparkan bagaimana memanfaatkan Entity Framework dalam pengolahan database secara object-oritented. Database vs Model Programmer .NET pasti sudah familiar dengan objek DataReader dan DataSets untuk melakukan koneksi ke database dan melakukan melakukan query data kedalamnya. Sebagai ilustrasi kita lihat potongan kode program untuk melakukan koneksi dan query kedalam database SQL Server: using (SqlConnection conn = new SqlConnection(@"server=(local);Database=Northwind;UID=tester;PWD=123")) { conn.Open(); using (SqlCommand cmd = new SqlCommand()) { cmd.Connection = conn; cmd.CommandType = CommandType.Text; cmd.CommandText = "SELECT * FROM Products"; using (SqlDataReader rdr = cmd.ExecuteReader()) { while (rdr.Read()) { // Ambil data } } } } Dengan menggunakan Entity Framework, kita tidak lagi kuatir mengenai database malahan kode program kita jauh lebih sederhana dan kita melakukan query ke tabel tapi query ke objek (entitas) yang mewakili business model. Hasil query-nya adalah objek dan tidak seperti yang dulu sibuk dengan konfigurasi row dan column yang di bind ke objek. Sebagai ilustrasi, skema database Northwind untuk tabel product, categories, dan suppliers dapat dilihat pada gambar 1. Sedangkan hasil model mapping dengan Entity Framework akan menghasil class diagram seperti pada gambar 2. Dengan pendekatan ini, kita sudah tidak melakukan query sql pada kode program kita tapi kita melakukan query ke objek, contohnya sebagai berikut using (var context = new NorthwindEntities()) { var products = from p in context.Products select p; } Teknik query objek ini dengan memanfaatkan LINQ. Gambar 1 Gambar 2   Persiapan Kita tidak perlu melakukan persiapan yang komplek. Seperti kita ketahui bahwa Entity Framework  adalah bagian dari .NET Framework 4.0 oleh karena itu ketika komputer kita sudah terinstall .NET Framework 4.0 maka kita dapat langsung memanfaatkan framework ini. Sedangkan untuk tool IDE, kita dapat menggunakan Visual Studio 2010 yang memang sudah terintegrasi dengan target .NET Framework 4.0. Database yang digunakan adalah SQL Server. Jika pembaca ingin memanfaatkan Entity Framework untuk database selain SQL Server maka kita harus menginstall  tambahan Entity Framework dari database ini. Umumnya pembaca dapat mengunduh di website database tersebut. Lebih lengkapnya dapat dibaca pada majalah PC Media edisi Maret 2011. Semoga berguna

Tags:

Papers | .NET | Database

Petrel 2010.1–Hello Ocean

by Agus Kurniawan 9. December 2010 07:35
Pada posting sebelumnya [V] mengenai pengenalan aplikasi Petrel dan Ocean untuk Plug-in kedalam Petrel. Sekarang kita akan mencoba membuat contoh Plug-in kedalam aplikasi Petrel. Membuat Module Plug-In Setelah menginstall aplikasi Petrel dan Ocean SDK pada komputer didalamnya ada Visual Studio 2008, kita akan melihat template project Ocean. Mula-mula kita buat project dengan template Ocean Module dengan tipe Ocean seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini Isi nama project, lokasi dan solusi. Setelah selesai klik tombol OK. Kemudian centang sesuai dengan kebutuhan dan disini kita bisa membuat simple Workstep dengan nama HelloOceanWorkstep seperti dibawah ini. Jangan lupa mengisi lokasi aplikasi Petrel (Petrel.exe). Jika selesai, klik tombol Next Pilih versi aplikasi Ocean anda untuk Petrel 2010.1 atau 2009.1. Dalam hal ini gw menggunakan Petrel 2010.1. Kemudian klik tombol Next Isi informasi mengenai module Plug-In ini. Jika selesai klik tombol Next Kalau kita mengisi parameter ya isi sesuai dengan parameter nya. Jika selesai, klik tombol Next Klik tombol Finish untuk mengakhiri wizard ini. Selesai juga kita membuatnya. Kalau kita jalankan Run melalui Visual Studio maka kita akan memperoleh aplikasi Petrel yang running dengan plug-in kita seperti dibawah ini Semoga ini berguna

Tags:

.NET | Simulation

Mengenal Petrel–3D Seismic Visualization, Modeling, and Simulation

by Agus Kurniawan 9. December 2010 06:47
Pada tanggal 29 Nopember sampai 3 Desember 2010, gw training mengenai geofisika. What?? ini bukan training geofisika tapi training bagaimana membuat Plug-in pada aplikasi Petrel yang dikembangkan oleh Schlumberger. Pada artikel ini gw mau share mengenai apa itu Petrel dan bagaimana membuat Plug-in kedalam Petrel. Apa Itu Petrel? Petrel adalah aplikasi berbasis Windows untuk 3D visualzation, 3D mapping dan 3D reservoir modeling dan simulation. Aplikasi Petrel ini sendiri dibuat dengan memanfaatkan .NET Framework. Untuk aplikasi Petrel 2010.1, aplikasi ini dibuat dengan menggunakan .NET Framework 2.0. Berikut ini system requirements aplikasi Petrel: Berikut ini tampilan aplikasi Petrel 2010.1 Plug-in Petrel Seperti diketahui aplikasi Petrel yang dikembangkan oleh Schlumberger dibuat dengan menggunakan .NET Framework sehingga untuk membuat Plug-in Petrel juga memanfaatkan .NET Framework. Bahasa yang di support untuk Ocean Plug-in adalah C# jadi kita harus mempunyai knowledge C# programming. Schlumberger telah menyediakan Ocean Framework untuk Plug-in Petrel. Ocean (http://ocean.slb.com)  SDK untuk target Petrel 2010.1 sudah terintegrasi dengan Visual Studio 2008. Setelah melakukan instalasi Ocean SDK ini maka pada Visual Studio 2008 akan dibuat template project baru termasuk item. Berikut ini template project baru untuk Plug-in pada Visual Studio 2008 Setelah membuat Plug-In maka pada Petrel akan muncul Plug-in contohnya seperti dibawah ini Next article, gw akan memaparkan bagaimana memulai membuat Plug-In ke Petrel melalui Ocean SDK dan Visual Studio 2008. Next, baca artikel gw mengenai bagaimana membuat Plug-in http://blog.aguskurniawan.net/post/Petrel-20101e28093Hello-Ocean.aspx Semoga ini berguna.

Tags:

.NET | Simulation

Mengenal ASP.NET MVC 2 Framework

by Agus Kurniawan 5. December 2010 11:11
Pada majalah PC Media edisi Desember 2010, gw menulis artikel mengenai Mengenal ASP.NET MVC 2 Framework dengan memanfaatkan Visual Studio 2010. Berikut ini informasi  singkat mengenai artikel ini.   Apakah itu MVC? Model–View–Controller atau dikenal dengan MVC adalah salah satu architectural pattern yang digunakan pada software engineering. Konsep MVC memisahkan domain login dari input dan presentation (UI). Model diagram MVC dan hubungannya dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Relasi Model–View–Controller Model digunakan untuk manajemen informasi dan memberikan notifikasi ke observer jika ada perubahan informasi. Model biasanya dipresentasikan sebagai domain spesifik. Domain logic ditambahkan untuk monitoring perubahan status, sebagai contohnya menghitung apakah hari ini ada yang ulang tahu atau perubahan pengiriman pada shopping. Ketika model berubah statusnya maka model akan menginformasikan ke View yang berasosiasi supaya dilakukan refresh. Sebagian besar aplikasi menggunakan database sebagai mekanisme persistent storage untuk menyimpan data. Mekanisme ini biasanya dikenal dengan data access layer sedangkan MVC secara eksplisit tidak menyebut sebagai data access layer tetapi semua fungsi dan fitur di enkapsolusi didalam Model sehingga Model tidak bukanlah data access objects. Active Record merupakan design pattern yang mengabungkan domain logic dan data access code yang mana Model dalam memanfaatkan pattern ini. View berfungsi untuk melakukan render Model kedalam suatu bentuk elemen interakasi contohnya UI (User Interface). Sebuah Model dapat digunakan untuk beberapa View dengan tujuan yang berbeda-beda. Controller menerima input dan memulai respon yang dibuat oleh objek Model. Sebuah Controller dapat menerima input dari user dan mengintruksikan Model untuk melakukan aksi sesuai dengan input. MVC bisanya diimplemtasikan pada plikasi web dimana HTML atau XHTML sebagai View yang dihasilkan oleh aplikasi. Controller menerima input GET atau POST dan menentukan apa yang akan dilakukan serta menangani domain object (Model) yang berisi business rules.   Apa Bedanya ASP.NET Web Form dan ASP.NET MVC? ASP.NET MVC bukanlah pembunuh Web Form ASP.NET ataupun anti Web Form ASP.NET. Dapat dikatakan ASP.NET saat ini sudah berumur 10 tahun lebih. ASP.NET MVC adalah ASP.NET baru yang dibuat untuk menyesuaikan diri atas perkembangan teknologi. Beberapa blog dan artikel banyak sekali membahas apa bedanya ASP.NET Web Form dan ASP.NET MVC. Berikut ini beberapa kondisi fakta antara ASP.NET Web Form dan ASP.NET MVC Web Form sulit untuk di testing ASP.NET MVC memerlukan keahlian scripting HTML ASP.NET MVC bukan salah satu untuk mendapatkan SoC pada ASP.NET Web Form dapat dipelajari dengan cepat ViewState bukannya bermasalah dan ini dapat dikontrol ataupun dimatikan Web Form didesain untuk abstraksi mesin web ASP.NET MVC didesain untuk mudah ditesting ASP.NET MVC dapat menawarkan desain code yang lebih baik Perkembangan ASP.NET MVC masih mudah dan kurang component model ASP.NET MVC bukan anti Web Form Persiapan ASP.NET MVC 2.0 Sebelum membuat aplikasi ASP.NET MVC 2 kita harus menyiapakan beberapa development tool pada komputer kita. Untuk keperluan ini, persiapan yang diperlukan adalah Visual Studio 2010 yang didalamnya sudah ada ASP.NET MVC 2 Visual Studio 2008 with SP1. Ini didalamnya tidak ada ASP.NET MVC 2 sehingga kita harus mengunduh ASP.NET MVC 2 di www.asp.net/mvc Lebih lengkapnya rekan dapat membaca pada majalah PC Media edisi Desember 2010

Tags:

Papers | .NET