by Agus Kurniawan
15. January 2012 17:06
Python adalah salah satu bahasa keluarga dynamic programming language yang banyak dipakai untuk beberapa keperluan. Di dunia penelitian, bahasa pemrograman cukup banyak dipakai. Pada tutorial ini saya akan sharing pengalaman bagaimana menggunakan Python pada Windows 7 dan IDE tool yang digunakan adalah Eclipse. OS Windows 7 yang saya gunakan adalah Windows 7 x64. Instalasi Python Runtime Untuk menjalankan kode program Pyhton dan melakukan kompilasi, kita harus memerlukan runtime pada OS Windows. Python runtime ini dapat diunduh pada alamat http://python.org/getit/. Pilih runtime yang sesuai dengan kebutuhan x86 atau x64. Disini saya mengunduh runtime Pyhton 3.2.2 untuk Windows x86-x64. Setelah mengunduh, install runtime ini sehingga kita akan memperoleh tampilan dialog seperti dibawah ini Pilih user yang akan digunakan untuk instalasi, kalau saya pilih semua user. Klik tombol Next untuk memulai instalasi dan memilih folder dimana instalasinya. Jika selesai, kita akan memperoleh tampilan dialog seperti dibawah ini Klik tombol Finish untuk mengakhiri proses instalasi. Akhirnya kita sudah menginstall Python runtime kedalam OS Windows. Instalasi Eclipse Apabila anda sudah menginstall Eclipse maka abaikan lagkah proses instalasi ini. Untuk yang beli menginstall, anda harus mengunduh dan menginstall Eclipse ini pada alamat http://www.eclipse.org/downloads/ Minimal yang dipilih Eclipse Classic. Anda dapat menggunakan Eclipse yang lain. Selanjutnya Install atau Extract file hasil unduh. Kemudian jalankan aplikasi Eclipse sehingga kita akan memperoleh IDE seperti dibawah ini Instalasi Python Untuk Eclipse Pada Eclipse, klik menu Help dan pilih menu Install New Software sehingga kita akan memperoleh kotak dialog seperti dibawah ini Klik tombol Add sehingga kita akan mendapatkan kotak dialog seperti dibawah ini Isi alamat (Location) dengan http://pydev.org/updates dan Name sesuai kehendak misalkan Python. Selanjutnya nanti akan muncul seperti dibawah ini Centang semuanya atau minimal PyDev untuk memprogram Pyhton. Klik tombol Next untuk instalasi dan ikuti petunjuknya. Pastikan komputer anda terhubung dengan internet. Konfigurasi Python Plugin Pada Eclipse Setelah melakukan instalasi, kita harus melakukan konfigurasi sehingga kita dapat menggunakan Python dalam Eclipse. Pada Eclipse, klik menu Window dan pilih menu Preferences sehingga kita akan memperoleh kotak dialog seperti dibawah ini Pada bagian kiri, klik kategori PyDev dan pilih Interpreter – Python . Klik tombol New sehingga kita akan mendapatkan kotak dialog seperti dibawah ini Isi bagian Interpreter Executable dengan file python.exe pada direktori dimana Python runtime ini diinstall pada awal diatas. Jika selesai klik tombol OK. Selanjutnya Eclipse akan mendeteksinya sehingga kita nanti akan mendapatkan tampilan seperti dibawah ini Centang bagian terpenting terutama yang berhubungan dengan folder Python runtime. Jika selesai, klik tombol OK. Akhirnya kita akan memperoleh tampilan akhir konfigurasi seperti dibawah ini. Klik tombol OK jika selesai semua. Kemudian Eclipse akan melakukan konfigurasi seluruhnya. Pada beberapa kasus, Eclipse akan diminta disuruh restart artinya Eclipse ditutup dan kemudian dipanggil lagi. Akhirnya Eclipse sudah disiap untuk digunakan untuk memprogram Python. Memulai Pemrograman Python Dengan Eclipse Melalui Eclipse, kita buat project baru dan pilih Pilih PyDev Project dan selanjutnya klik tombol Next. Kemudian kita akan mendapat kotak dialog seperti dibawah ini Isi nama project, tipe, Grammar dan Interpreter . Pilih Create ‘scr’…, contohnya seperti diatas Jika sudah, klik tombol Finish dan kita akan mendapatkan tampilan Eclipse seperti dibawah ini Langkah selanjutnya adalah kita menambahkan module Python untuk menulis kode program. Klik kanan pada folder src diatas dan pilih New –>PyDev Module seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini Kemudian kita akan mendapatkan kotak dialog seperti dibawah Isi Name dengan nama modul. Jika selesai, klik tombol Finish. Akhirnya kita dapat memulai memprogramnnya. Tulis kode program seperti dibawah ini print('Hallo Indonesia')
Simpan file ini.
Kompilasi Dan Eksekusi
Untuk menjalankan kode pilih menu Run –> Run As dan pilih Python Run seperti dibawah ini
Jika sukses kita akan memperoleh hasil pada bagian bawah seperti dibawah ini
Bagaimana selanjutnya? Sekarang baru mulailah dengan memprogram bahasa Python.
Semoga tutorial ini berguna. Jika suka, mohon disebarkan ke lain-lainnya.
by Agus Kurniawan
17. November 2011 10:20
Beberapa perusahan, lembaga atau mungkin institusi kita mempunyai Active Directory yang masih berjalan diatas sistem operasi Windows Server 2003 padahal saat ini Microsoft sudah meluncurkan Active Directory untuk Windows Server 2008 yang dikenal dengan Active Directory Domain Services (ADDS).
Ada banyak keuntungan yang diperoleh ketika kita mengimplementasi Active Directory dengan Windows Server 2008. Pada artikel ini penulis mengajak pembaca bagaimana melakukan migrasi Active Directory Windows Server 2003 ke Windows Server 2008 dengan berbagai skenario.
Skenario Migrasi
Secara umum migrasi Active Directory dari lingkungan Windows Server 2003 ke Windows Server 2008 dapat dilakukan dengan tiga pendekatan antara lain
· In-place upgrading
· Transitioning
· Restructuring
Masing-masing skenario ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Kita akan membahasnya pada sub judul selanjutnya.
Skenario In-place upgrading
Skenario In-place upgrading memungkinkan kita langsung dapat menguprade dari sistem operasi Windows Server 2003 ke Windows Server 2008 sehingga Active Directory akan dapat di upradge. Sedangkan Windows Server 2003 dan Windows Server 2003 R2 akan dapat di upgrade ke Windows Server 2008 secara langsung apabila memenuhi syarat sebagai berikut
· Windows Server 2003 minimal Service Pack 1
· Tidak dapat upgrade untuk cross-architecture diantara platform x86, x64 dan Itanium
· Standard Edition dapat di upgrade ke Standard and Enterprise Edition
· Enterprise Edition hanya dapat di upgrade ke Enterprise Edition
· Datacenter Edition hanya dapat di upgrade ke Datacenter Edition
Berikut ini langkah-langkah melakukan migrari Active Directory Windows Server 2003 ke Windows Server 2008:
1. Login ke Active Directory Windows Server 2003
2. Masukkan DVD Windows Server 2008
3. Jalankan CMD
4. Arahkan ke direktori dimana DVD Windows Server 2008 berada. Misalkan drive D adalah drive DVD Windows Server 2008
5. Arahkan ke path D:\sources\adprep
6. Pertama-tama kita akan mempersiapakan forest yang akan dilakukan migrasi
7. Selanjutnya ketik pada CMD
adprep /forestprep
8. Selanjutnya akan muncul seperti gambar 1
9. Ketik C dan selanjutnya tekan ENTER
10. Contoh hasil eksekusi dapat dilihat pada gambar 2
11. Langkah selanjutnya kita mempersiapkan domain
12. Ketik pada CMD
adprep /domainprep
13. Contoh hasil eksekusinya yang sukses seperti pada gambar 3
14. Apabila akan membuat Read Only DC (RODC) maka kita harus mempersiapkannya. Jika tidak maka bisa dilanjutkan ke langkah 16
15. Untuk membuat RODC, ketik pada CMD
adprep /rodcprep
16. Apabila semua proses persiapan selesai maka klik tombol Install pada kotak dialog Windows Server 2008 Installation seperti gambar 4
17. Jika tidak muncul kotak dialog ini, klik dua file setup.exe pada DVD Windows Server 2008
18. Selanjutnya ikuti proses instalasinya
19. Jika menemukan kotak dialog seperti gambar 5, pilih Upgrade
20. Akhirnya selesai juga migrasi dengan metode In-place upgrading
Gambar 1. Periapan migrasi forest
Gambar 2. Contoh hasil eksekusi persiapan migrasi forest
Gambar 3. . Contoh hasil eksekusi persiapan migrasi domain
Gambar 4. Kotak dialog Windows Server 2008 Installation
Gambar 5. Upgrade ke Windows Server 2008
Skenario Transitioning
Skenario Transitioning adalah skenario dimana kita menambahkan Windows Server 2008 sebagai Domain Controller pada lingkungan Active Directory yang sedang berjalan. Setelah sukses memindahkan Flexible Single Master Operations (FSMO) roles ke Windows Server 2008 maka kita dapat menghapus DC pada Windows Server 2003. Skenario ini dapat dilakukan pada lingkungan Active Directory yang functional level minimal Windows 2000 Native.
Skenario ini yang cocok untuk kondisi
· Struktur Active Directory yang komplek
· Mesin server yang sudah tua
· Ada kesempatan untuk memindahkan drive file Active Directory
Berikut langkah-langkah proses migrasi dengan pendekatan Transitioning:
1. Install OS Windows Server 2008
2. Install DC Windows Server 2008 yang menjadi member DC Windows Server 2003
3. Lakukan pemindahan FSMO role ke mesin Windows Server 2008
4. Backup semua data dan pindahkan ke DC mesin Windows Server 2008
5. Jika sukses maka mesin DC Windows Server 2003 dapat dimatikan
Untuk bagaimana memindahkan FSMO role ke mesin Windows Server 2008 dapat dibaca pada sub judul Transfer FSMO roles.
Skenario Restructuring
Restructuring adalah cara migrasi dari Domain Controller Windows Server 2003 ke Windows Server 2008. Skenario ini memungkinkan untuk memindahkan semua resource dari satu domain Windows Server 2003 ke domain baru Windows Server 2008. Ini dapat dilakukan dengan Active Directory Migration Tool (ADMT).
Skenario ini sangat cocok untuk kondisi
· AD sering terjadi masalah
· Ingin membangun struktur AD yang baru
· Ingin melakukan merge atau split dua AD forest
Transfer FSMO Roles
FSMO (Flexible Single Master Operation) banyak dimanfaatkan pada Active Directory Windows Server 2000 dan Windows Server 2003 sedangkan di Windows Server 2008 istilah FSMO diganti dengan Operations masters. Pada FSMO roles terhadap beberapa role yaitu
· Scheme Master
· Domain Naming Master
· PDC Emulator
· RID Master
· Infrastructure Master
Pada umumnya FSMO menjadi satu pada Domain Controller (DC) ketika proses instalasi. Kita dapat memindahkan FSMO roles ke beberapa DC. Transfer FSMO dapat dipindahkan dari satu DC ke DC lainnya oleh administrator atau menghapus DC tersebut. Bagaimanapun juga proses ini dilakukan secara manual. Kita dapat melakukan transfer FSMO roles ke DC lainnya dengan menggunakan Ntdsutil.exe atau MMC snap-in tool yang disediakan oleh OS Windows.
Untuk memindahkan FSMO roles memerlukan hak akses berdasarkan user group pada Active Directory. Berikut ini tabel untuk user group untuk memindahkan FSMO roles
FSMO Roles
User Group yang dapat mempunyai hak akses
Scheme
Scheme Admins
Domain Naming
Enterprise Admins
RID
Domain Admins
PDC Emulator
Infrastructure
Untuk ilustrasinya, penulis melakukan simulasi ini yang dilakukan pada Windows Server 2003 x86. Kita akan menggunakan GUI melalui MMC Snap-In. Oleh karena itu, kita harus melakukan registrasi Schmmgmt.dll. Berikut bagaimana melakukan registrasi Schmmgmt.dll
1. Klik Start dan klik Run
2. Tulis regsvr32 schmmgmt.dll seperti pada gambar 6
3. Setelah selesai, klik tombol OK
4. Jika sukses maka akan muncul kotak dialog seperti gambar 7
Gambar 6. Registrasi Schmmgmt.dll
Gambar 7. Proses registrasi Schmmgmt.dll sukses
Setelah kita sukses melakukan registrasi Schmmgmt.dll maka kita dapat melakukan transfer FSMO roles dari satu DC ke DC lainnya.
Transfer Schema Master Role
Berikut ini langkah-langkah melakukan transfer Master role dari satu DC ke DC lainnya:
1. Klik tombol Start Windows dan klik Run
2. Ketik mmc
3. Selanjutnya akan muncul kotak dialog seperti gambar 8
4. Pada kotak dialog MMC ini klik menu File-> Add/Remove Snap-in
5. Kemudian akan muncul kotak dialog Add/Remove Snap-in
6. Pada kotak dialog ini, klik tombol Add sehingga akan muncul kotak dialog Add Standalone Snap-in seperti gambar 9
7. Pada kotak dialog ini, pilih Active Directory Schema
8. Jika selesai klik tombok Add dan klik tombol OK
9. Kemudian pada dialog MMC akan terlihat Active Directory Schema
10. Pada menu tree Active Directory Schema, klik kanan sehingga akan muncul context menu seperti gambar 10
11. Pilih Change Domain Controller…
12. Selanjutnya kita akan muncul kotak dialog seperti gambar 11
13. Ketik Domain Controller yang didalamnya ada Scheme Master Role
14. Jika selesai, klik tombol OK
15. Jika sukses maka kita MMC ini sudah bekerja pada Domain Controller sesuai yang dipilih sebelumnya
16. Untuk memindahkan dan transfer Scheme Master Role ke Domain Controller dengan cara mengklik kanan pada Directory Schema (lihat gambar 10)
17. Pada contect menu ini, pilih Operations Master sehingga kita akan memperoleh kotak dialog seperti gambar 12
18. Klik tombol Change dan pilih target Domain Controller
19. Jika selesai dan sukses, klik tombol Close
Gambar 8. Kotak dialog MMC
Gambar 9. Kotak dialog Add Standalone Snap-in
Gambar 10. Context menu pada Active Directory Schema
Gambar 11. Mengganti Domain Controller untuk Active Directory Schema
Gambar 12. Melakukan transfer Operations Master
Transfer Domain Naming Master Role
Berikut ini langkah-langkah melakukan transfer Domain Naming Master role dari satu DC ke DC lainnya:
1. Klik Active Directory Domains and Trust pada Administrative tools seperti pada gambar 13
2. Selanjutnya kita akan memperoleh kotak dialog seperti pada gambar 14
3. Untuk memindahkan atau transfer Domain Naming Master role ke Domain Controller lain dengan mengklik kanan pada menu tree Active Directory Domain and Trusts seperti gambar 15
4. Pilih menu Operations Master
5. Selanjutnya kita akan memperoleh kotak dialog seperti gambar 16
6. Klik tombol Change untuk melakukan transfer
7. Jika selesai dan sukses, klik tombol Close
Gambar 13. Menu Active Directory Domains and Trust
Gambar 14. Kotak dialog Active Directory Domains and Trust
Gambar 15. Klik menu pada Active Directory Domains and Trust
Gambar 16. Memindahkan Domain Naming Master role
Transfer RID Master, PDC Emulator, dan Infrastructure Master Role
Kita dapat melakukan transfer RID Master, PDC Emulator dan Infrastructure Master secara bersamaan. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Klik Active Directory Users and Computers di Administrative Tools seperti gambar 13
2. Selanjutnya kita akan memperoleh kotak dialog Active Directory Users and Computer seperti gambar 17
3. Klik kanan pada domain seperti gambar 18
4. Pilih All Tasks->Operations Masters
5. Kemudian kita akan memperoleh kotak dialog seperti gambar 19
6. Klik tab RID
7. Klik tombol Change untuk memindahkan RID ke domain Controller lainnya
8. Lakukan halyang sama untuk PDC dan Infrastructure
9. Jika selesai semau, klik tombol Close
Gambar 17. Kotak dialog Active Directory Users and Computer
Gambar 18. Context menu pada Active Directory Users and Computer
Gambar 19. Kotak dialog Operations Master
Active Directory Migration Tool (ADMT)
Tool ini sangat berguna untuk melakukan backup data ataupun memindah Active Directory. Saat penulis menulis artikel ini sudah ada versi 3.1. Tool ini dapat di unduh di
http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?familyid=AE279D01-7DCA-413C-A9D2-B42DFB746059&displaylang=en
ADMT 3.1 hanya dapat dijalankan pada OS Windows Server 2008. Instalasi cukup menjalankan file setupnya seperti gambar 20. Ikuti petunjuk instalasinya. Setelah selesai instalasi, kita dapat melakukan backup data atau memindahkan AD. Contoh untuk backup data user seperti gambar 21.
Gambar 20. Instalasi ADMT
Gambar 21. Backup data user AD
Referensi
· TechNET, Active Directory Windows Server 2008
· Will Panek and James Chellis, MCTS Windows Server 2008 Active Directory Configuration-Study Guide, Wiley Publishing, 2008
**artikel ini sudah dipublikasikan ke majalah PC Media edisi Februari 2010. Semoga berguna
19456f8e-6ada-4b8f-a50f-eb8b49e8a9a6|1|5.0
Tags:
Papers | Windows
by Agus Kurniawan
21. August 2011 16:27
Pada suatu ketika komputer anda yang berplatform Windows 7 dimana setelah logon, komputer begitu lama untuk loading network adapter. Ada banyak penyebab mengapa itu menjadi lama mulai dari kena virus, spammer dan sebagainya. Salah satu penyebab adalah terlalu banyak loading konfigurasi tunnel IPv6 ke IPv4. Hal ini biasanya dikarena IPv6 network adapter nya diaktifkan dan komputer anda banyak menggunakan IPv4 ketimbang IPv6. Tunnel ini menyebabkan banyak adapter di Device Manager. Perhatikan gambar dibawah ini Pada gambar diatas, ada banyak Microsoft 6to4 Adapter #x yang bermunculan. Nilai x bisa mulai 01 hingga tak terhingga. Untuk memunculkan itu, anda harus klik menu View -> Show hidden devices pada Device Manager sehingga anda akan melihat device yang tersembunyi. Cara Menghapus Cara menghapus Microsoft 6to4 Adapter yang paling mudah adalah mengklik kanan adapter tersebut dan pilih menu Uninstall. Namun bagaimana jika adapter yang muncul sangat banyak? terlalu capek dan buang waktu untuk melakukan itu. Cara lain adalah dengan script. Mula-mula unduh file devcon.exe dari website Microsoft. Anda dapat mengunduhnya pada alamat http://support.microsoft.com/kb/311272 Kemudian ekstrak ke suatu folder. Selanjutnya tulis script ini melalui text editor seperti Notepad: @echo off
echo 6to4 Adapter removal tool
echo Author: Ryan Victory
echo Note: This batch file must be placed in the folder containing the devcon.exe file (the extracted one, not the one you downloaded
echo Beginning devcon
devcon remove *6to4mp
pause
exit
Simpan script dengan file 6to4remover.bat dan letakan dimana file devcon.exe itu berada.
Setelah itu, jalankan file 6to4remover.bat melalui commandline dan pastikan itu berjalan sebagai Administrator.
Akhirnya adapter tunnel itu sudah terhapus.
Sekedar rekomendasi, kalau memang komputer anda tidak memanfaatkan IPv6 karena mungkin lingkungan jaringan anda tidak memafaatkan IPv6 maka sebagainya network adapter untuk IPv6 di disable. Caranya dengan tidak mencentang Internet Procotol Version 6 (TCP/IPv6) pada properties network adapter anda seperti gambar dibawah ini
Semoga informasi ini berguna.
by Agus Kurniawan
27. March 2011 18:18
We can extract MSI file (*.msi) to a specific folder without doing installation process. To execute it, we can use msiexec on commandline. Type msiexec into your commandline > msiexec
Then you’re going to see the MSIEXEC dialog as below (* it was done in Windows 7)
so how to extract msi file to a specific folder?
To extract msi file you can try this script
> msiexec /a FULL_PATH_MSI_FILE /qb targetdir=TARGET_DIRECTORY
FULL_PATH_MSI_FILE is your msi file (full path). TARGET_DIRECTORY is a folder where you want to put the extraction files.
Here is example:
> msiexec /a "d:\6425_ppt.msi" /qb targetdir=d:\6425
7-zip Application
We also can extract msi file using 7-zip application. Just open msi file using 7-zip application and then you can see the content files from msi file. See picture below
Now you extract all files or selected files from 7-zip application
by Agus Kurniawan
25. February 2011 22:29
Terinspirasi untuk capture suatu knowledge dengan mendokumentasi dalam bentuk video. Berikut ini kumpulan video workshop Windows HPC Server 2008 R2 yang gw rekam. Workshop ini dilaksana selama 2 hari yang meliputi presentasi dan hands-on-lab. Materi meliputi Day 1 Overview HPC Introduction to Windows HPC Server 2008 R2 Deploying Windows HPC Server 2008 R2 WCF Support on Windows HPC Server 2008 R2 Job Submission Reporting Hands-on-lab Day 2 Introduction to parallel computing MPI overview (MPICH2 and Microsoft MPI) Hands-on-lab + Submit job Lab MPI, MPI.NET Lab .NET Parallel Dikarenakan keterbatasan upload ke youtube, gw mencoba untuk memotong video ini menjadi beberapa bagian. Berikut ini Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 1 - Part 1 Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 1 - Part 2 Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 1 - Part 3 Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 1 - Part 4 Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 1 (Hands-on-lab) Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 2 - Part 1 Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 2 - Part 2 Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 2 - Part 3 Windows HPC Server 2008 R2 Workshop - Day 2 (Hands-on-lab) Semoga video workshop ini berguna untuk semua. DVD Workshop Windows HPC Server 2008 R2 Bagi anda yang memang kesulitan internet karena bandwidth atau sekedar untuk menonton secara offline. Gw menyediakan DVD Workshop ini dalam format video resolusi tinggi. Jika tertarik anda dapat memesannya dengan harga Rp 150.000,- untuk wilayah pulau jawa dan Rp 175.000,- untuk diluar pulau jawa (Wilayah Indonesia). Isi DVD meliputi Video presentasi Workshop Windows HPC Server 2008 R2 Video hands-on-lab Live Video lab deploying Windows HPC Server 2008 R2 Video lab parallel programming Video lab job submission on Windows HPC Server 2008 R2 Bonus video presentasi HPC luar negeri Selain materi DVD diatas, anda juga akan mendapatkan bonus buku yang gw tulis yaitu Pemrograman Parallel dengan MPI dan C yang diterbitkan oleh Penerbit Andi pada bulan February 2011. Review buku ini dapat dibaca disini [V] Jika tertarik, anda dapat melakukan transfer ke Rekening Bank BCA KCP ITC Kuningan Acc No: 6640280083 AN: Agus Kurniawan Kirim bukti transfer beserta alamatnya ke email: agusk2007 [at] gmail.com dan agusk [at] pecollege.net
by Agus Kurniawan
19. February 2011 10:20
Akhirnya buku yang kesekian terbit mengenai Pemrograman Parallel dengan MPI dan C. Buku ini diterbit oleh Penerbit Andi.
Kemarin gw mendapatkan sample buku nya sebanyak 6 buku. Ukuran buku ini saya suka yaitu model sedang.
Info sekilas buku ini
ISBN 978-979-29-1710-9 Penulis Agus Kurniawan Format/Jml. Hlm 19x23, xiv+334 halaman Edisi/Cetakan I, 1st Published Thn Terbit 2011 Berat Buku 592 gram
Sinopsis dan Daftar Isi
Gw pernah posting mengenai ini pada blog ini, pembaca dapat membacanya disini [V].
Cara Membeli Buku
Buku ini dapat dibeli hampir sebagian besar toko buku di kota anda. Alternatif lain, pembaca dapat membelinya secara online di website penerbit Andi, http://www.andipublisher.com/, lakukan pencarian dengan menulis penulis “Agus Kurniawan”
Jika anda membeli banyak saya dapat membantunya untuk memberikan spesial harga (kalau beli banyak). Langsung hubungi saya.
Semoga buku ini berguna dan membawa berkah, amin.
by Agus Kurniawan
7. November 2010 23:52
Bagi mereka yang pernah menikmati komputer tahun 90’an kita tidak asing dengan sistem operasi MS DOS yang dibuat oleh Microsoft. Pada zaman ini sudah jarang sekali (walaupun ada beberapa yang masih pakai) kita melihat sistem operasi ini. Mau mencobanya juga peralatan komputer juga susah. Yang ada hanya hardware komputer dengan spesifikasi yang tinggi sehingga sayang. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan Virtual Machine. Banyak sekali Virtual Machine yang dapat digunakan mulai yang berbayar hingga yang gratis, contohnya Hyper-V VMware VirtualBox Virtual PC Pada topik ini, gw akan sharing bagaiamana deploy MS DOS pada Virtual Machine. Disini gw menggunakan VMware. Membuat Virtual Machine Mula-mula kita harus membuat virtual machine. Disini gw memilih Typical Selanjutnya klik tombol Next. Disini gw pilih I will install the operating system later. Klik tombol Next untuk melanjutkan instalasi. Pilih Guest OS dengan Other version MS-DOS Jika selesai klik tombol Next. Beri nama dan lokasi Virtual Machine yang akan disimpan Jika selesai klik tombol Next. Isi kapasitas Disk, disini gw membuat 512 MB Jika selesai klik tombol Next. Akhirnya kita sudah selesai. Klik tombol Finish untuk mengakhiri. Download ISO MS DOS Setelah kita membuat Virtual Machine, selanjutnya kita perlu MS-DOS. Microsoft sudah tidak menjual MS-DOS. Ada website yang menjadi ISO MS-DOS. Anda dapat mengunduhnya di http://www.allbootdisks.com/downloads/ISO/AllBootDisks_ISO_Image_Downloads25/DOS6.22_bootdisk.iso Setelah diunduh, pasang ISO ini dibagian virtual machine pada CD/DVD. Lihat gambar dibawah ini. Menjalankan Virtual Machine Sebelum menjalankan MS-DOS, pastikan bios pada Virtual machine boot diurutkan mulai dari CD/DVD, Floppy Disk, HDD seperti yang terlihat disini Selanjutnya jalankan virtual machine. Jika sukses kita akan disuguhkan prompt A seperti gambar dibawah ini. Konfigurasi dan Partisi Disk Kemudian kita lanjutkan untuk konfigurasi disk sehingga HDD kita dapat digunakan. Pada prompt A ketik fdisk
Kita akan memperoleh tampilan seperti dibawah ini. Pilih no 1
Selanjutnya pilih no 1
Klik Y untuk konfigurasi partisi disk.
Selanjutnya sistem akan melakukan partisi disk dan MS-DOS akan melakukan restart
Format Disk C dan Copy MS-DOS File
Setelah MS-DOS telah melakukan restart. Kita harus melakukan format disk C. Ketik script ini pada prompt A
format c: /s
Jika sukses, lakukan script pada prompt A
C:
MD MSDOS
COPY A:\*.* .\MSDOS /v
COPY A:\CONFIG.SYS
COPY A:\AUTOEXEC.BAT
COPY A:\HIMEM.SYS
COPY A:\CD1.SYS
Jika sudah berarti disk C sudah berisi MS-DOS sehingga lepaskan semua ISO MS-DOS pada CD/DVD dan selanjutnya restart virtual machine.
YES, Akhirnya MS-DOS sudah berjalan
Selanjutnya anda sekarang bisa ber-happy ria dengan MS-DOS
Semoga bermanfaat.
by Agus Kurniawan
5. September 2010 21:46
Bagi rekan-rekan yang ingin belajar Hyper-V pada Windows Server 2008 gw sudah membuat tutorial dalam bentuk video training kit. Training kit ini bertujuan untuk membantu para professional yang ingin belajar teknologi virtualisasi Hyper-V pada Windows Server 2008. Semua materi ini dapat diakses secara gratis di portal PE College, www.pecollege.net . Materi training kit ini meliputi Instalasi Hyper-V Pada Windows Server 2008 Melakukan Update Hyper-V Setting Hyper-V Windows Server 2008 Konfigurasi Virtual Network Instalasi Virtual Machine Menambah Virtual Network ke Virtual Machine Konfigurasi Jaringan Pada Virtual Machine Konfigurasi External Network Pada Virtual Machine Membuat Differencing Disk Demo Penggunaan Differencing Disk Menjalankan Virtual Machine Melakukan Shutdown Pada Virtual Machine Membuat Snapshot pada Virtual Machine Demo Snapshot Menghapus Snapshot Lebih lengkapnya dapat dilihat disini: http://www.pecollege.net/ViewVideoList.aspx?list=13 Semoga berguna
by Agus Kurniawan
31. August 2010 04:58
Ini adalah artikel gw yang sebenarnya ditulis di tahun 2008 dan di publikasi di blog INDC mengenai Grid Computing dengan menggunakan Windows HPC Server 2008. Next-nya, akan dibuat untuk Windows HPC Server 2008 R2. Semoga berguna
Windows HPC Server 2008 Overview Disini gw menjelasin apa itu Windows HPC Server 2008 [Check]
Setup Your Own HPC Lab Using Windows HPC Server 2008 (part 1) Disini gw menjelaskan persiapan untuk membuat HPC lab sendiri
[Check]
Setup Your Own HPC Lab Using Windows HPC Server 2008 (part 2) Disini gw menjelaskan bagaimana instalasi dan konfigurasi HPC head node [Check]
Setup Your Own HPC Lab Using Windows HPC Server 2008 (part 3) Ini kelanjutan instalasi dan konfigurasi HPC head [Check]
Setup Your Own HPC Lab Using Windows HPC Server 2008 (part 4) Disini gw menjelasakan instalasi dan konfigurasi HPC Compute node [Check]
Setup Your Own HPC Lab Using Windows HPC Server 2008 (part 5) Disini gw menjelaskan bagaimana mengintegrasi compute node ke head node [Check]
Setup Your Own HPC Lab Using Windows HPC Server 2008 (part 6) Disini gw menjelaskan bagaimana diagnostic semua HPC nodes [Check]
Development Environment for Windows HPC Pada artikel ini gw menjelaskan bagaimana development environment untuk Windows HPC [Check]
by Agus Kurniawan
24. August 2010 09:31
Buku ini termasuk buku ke-2 yang dimana buku yang ditulis dalam waktu yang lama (buku yg ke-1 yang lama adalah Supervised Neural Network) dan buku ini akan diterbitkan oleh Andi Offset. Secara keseluruhan buku ini adalah buku ke-11 yang kutulis. Khusus untuk buku Pemrograman Parallel dengan MPI dan C gw menghabiskan hampir 2 tahun untuk menulis buku ini. Hal ini karena kesibukanku di tempat kerja dan juga uji program parallel pada mesin Linux Cluster dan Windows HPC Server.
Buku ini ditulis untuk menambah referensi bagi mereka yang ingin belajar parallel programming secara praktis. Semua materi dan kode program ditulis dengan menggunakan bahasa C. Sedangkan compiler menggunakan GCC dan Visual C++. Seluruh uji kode program sudah dilakukan pada mesin Linux Ubuntu 10.4 Cluster dan Windows HPC Server 2008.
Mengapa Perlu Program Parallel?
Alangkah senangnya jika kita dapat melakukan dua pekerjaan atau lebih dalam waktu bersamaan. Apabila ini dapat dilakukan maka kita dapat menghemat waktu misalkan ada 3 pekerjaan yang masing-masing membutuhkan 1 jam maka total 3 pekerjaan adalah 3 jam jika kita mengerjakan secara berurutan. Kalau 3 pekerjaan ini dapat dilakukan secara bersaman maka kita tidak perlu membuang 3 jam untuk 3 pekerjaan ini.
Pertanyaan mendasar ketika penulis membuat buku adalah mengapa kita perlu membuat program parallel. Sebelum menjawab pertanyaan ini penulis akan mengajak pembaca beberapa peristiwa penting yang menyebabkan kita perlu bahkan mungkin harus membuat program parallel.
Perkembangan Processor
Perkembangan processor merupakan pemicu utama mendukungannya aplikasi berbasis parallel. Kalau kita ambil salah satu perusahan processor yaitu Intel maka kita dapat melihat bagaimana Intel mengembangkan processornya.
Processor saat ini dibuat dengan cepat yang terdiri dari IC (Integrated Circuit). Didalam IC, kita akan menjumpai banyak transistor. Menurut Gordon Moore, salah satu co-founder Intel, mengatakan bahwa perkembangan transistor pada satu chip akan dua kali setiap tahun. Prediksi ini cukup akurat, pembaca dapat melihatnya seperti gambar dibawah ini.
Penulis tidak akan menyimpulkan secara statistik ataupun menggunakan metodologi penelitian tapi berdasarkan pengamatan penulis (subjektif) kebutuhan akan program parallel cukup tinggi. Hal ini dapat diindikasikan banyaknya perusahan besar seperti Microsoft, IBM, SUN, HP mencoba menerapkan program parallel pada setiap produk guna meningkatkan performance.
Gartner sebagai institusi yang salah satunya berfokus melakukan penelitian terhadap trend suatu teknologi mengungkapkan bahwa pemrograman parallel merupakan salah satu isu yang harus diselesaikan pada bidang IT. Hal ini dikarenakan orang-orang berharap permasalahan kompleksitas pada komputasi dapat diselesaikan dengan pemrograman parallel. Pembaca dapat membacanya laporan gatner ini pada alamat http://www.gartner.com/it/page.jsp?id=643117.
Penulis ingin mengingatkan bahwa solusi program parallel tidaklah menjadi solusi akhir karena semakin banyak processor belum tentu cepat menyelesaikan suatu masalah. Berdasarkan hukum Amdahl semakin banyak processor dapat meningkatkan kecepatan tetapi pada suatu titik jumlah processor kecepatan akan mencepai jenuh. Hukum Amdahl ini dapat dilihat grafiknya pada gambar dibawah ini.
Sinopsis Buku
Perkembangan komputer yang semakin cepat terutama processor. Hampir komputer kelas PC sudah memiliki processor (CPU) lebih dari satu. Seiring dengan cepatnya perkembangan komputer kebutuhan akan komputasi juga semakin komplek. Beberapa kasus bahkan tidak dapat diselesaikan dengan pemrograman konvensioanl yaitu pemrograman berparadigma sequential. Oleh karena itu, pemrograman berbasis parallel dengan melibatkan semua kemampuan processor yang lebih dari satu diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
Buku ini disusun dengan harapan para akademisi, programmer dan IT professional dapat membuat aplikasi parallel dengan memanfaatkan Message-Passing Interface (MPI) dan bahasa pemrograman C. Buku ini disusun secara komprehensi dan dilengkapi dengan banyak ilustrasi dalam kode program. Materi buku ini meliputi
Mengapa Perlu Program Parallel?
Message-Passing Interface (MPI)
Persiapan Memrograman Parallel
Instalasi dan Konfigurasi MPI
Hello World MPI
Tipe Data
Komunikasi Point-to-Point
Komunikasi Kolektif
Manajemen Communicator dan Group
Topologi Virtual
MPI I/O
Komunikasi Satu Sisi
Memory dan Timer
Penanganan Error
MPI Client-Server
Semua ilustrasi kode program dalam buku ini diimplementasi dengan kompilator GCC pada lingkungan Linux dan Visual C++ 2010 pada lingkungan Windows.
Daftar Isi
Berikut ini daftar isi buku:
Kata Pengantar Daftar Isi Bab 1. Mengapa Perlu Program Parallel? 1.1 Perkembangan Processor 1.2 Kompleksitas Permasalahan 1.3 Kesimpulan Bab 2. Message-Passing Interface (MPI) 2.1 Apa Itu MPI? 2.2 Implementasi MPI 2.2.1 MPI Untuk C/C++ 2.2.2 MPI Untuk Fortran 2.2.3 MPI Untuk Java 2.2.4 MPI Untuk C# Bab 3. Persiapan Memrograman Parallel 3.1 Ketrampilan Pemrograman 3.2 Peralatan Sistem 3.2.1 Persiapan Perangkat Lunak 3.2.2 Persiapan Perangkat Keras 3.3 Mesin Testing Bab 4. Instalasi dan Konfigurasi MPI 4.1 MPICH 2 4.1.1 Prasyarat Instalasi 4.1.2 Instalasi MPICH2 Pada Windows 4.1.2.1 Konfigurasi SMPD 4.1.3 Instalasi MPICH2 Pada Linux 4.2 LAM/MPI dan Open MPI 4.2.1 Prasyarat Instalasi 4.2.2 Instalasi 4.3 Microsoft MPI 4.3.1 Prasyarat Instalasi 4.3.2 Instalasi Bab 5. Hello World MPI 5.1 Persiapan 5.1.1 Program Editor 5.1.1 Kompilator 5.2 Membuat Program Hello World MPI 5.2.1 Menulis Kode Program 5.2.2 Kompilasi 5.2.2.1 Linux 5.2.2.2 Windows dan Microsoft MPI 5.2.2.3 Windows dan MPICH2 5.3 Menjalankan Aplikasi MPI Bab 6. Tipe Data 6.1 Mengenal Tipe Data MPI 6.1.1 Tipe Data Dasar 6.1.2 Tipe Data Turunan 6.1.2.1 Kontinu 6.1.2.2 Vector 6.1.2.3 Struct 6.1.2.4 Index 6.2 Duplikasi Tipe Data 6.3 Informasi Objek 6.3.1 Membuat Objek MPI_Info 6.3.2 Mengisi dan Mengedit Nilai 6.3.3 Menghapus Nilai 6.3.4 Demo 6.4 MPI Proses Bab 7. Komunikasi Point-to-Point 7.1 Mengenal Komunikasi Point-to-Point MPI 7.2 Model Komunikasi 7.2.1 Model Standard 7.2.2 Model Sinkronus 7.2.3 Model Bufer 7.3 Operasi Blocking MPI 7.3.1 MPI_Send() 7.3.2 MPI_Recv() 7.3.3 Message Data 7.3.4 MPI_Status 7.3.5 Penggunaan MPI_Buffer 7.3.6 Demo Operasi Blocking MPI 7.4.6.1 MPI_Wait() 7.4.6.2 MPI_Test() 7.4.6.3 MPI_Request_free() 7.4.6.4 MPI_Waitany() 7.4.6.5 MPI_Waitall() 7.4.6.6 MPI_Testany() 7.4.6.7 MPI_Testall() 7.4.7 Demo 7.5 MPI_Sendrecv() 7.6 Pengecekan MPI 7.6.1 MPI_Iprobe() dan MPI_Probe() 7.6.2 MPI_Cancel() 7.6.3 MPI_Test_cancelled() 7.7 Komunikasi Persisten 7.7.1 Membuat Komunikasi Persisten 7.7.2 Memulai Komunikasi Transmisi 7.7.3 Menunggu Komunikasi Selesai 7.7.4 Menghapus Semua Objek Persisten Yang Digunakan 7.7.5 Demo 7.8 Deadlock Bab 8. Komunikasi Kolektif 8.1 Mengenal Komunikasi Kolektif 8.2 Sinkronisasi Barrier 8.3 Broadcast 8.4 Gather dan Scatter 8.5 GatherV dan ScatterV 8.5.1 Demo MPI GatherV 8.5.2 Demo MPI ScatterV 8.6 Gather-to-All 8.7 All-to-All Scatter dan Gather 8.7.1 Operasi All-to-Allv 8.8 Operasi Reduksi 8.8.1 Operasi All-Reduction 8.8.2 Kustomisasi Operasi Reduksi 8.9 Reduce-Scatter 8.10 Scan 8.10.1 Ekslusif MPI Scan Bab 9. Manajemen Communicator dan Group 9.1 Manajemen Communicator 9.1.1 Operasi Pada Communicator 9.1.2 Demo 9.1.3 Split Communicator 9.2 Manajemen Group 9.2.1 Informasi Group 9.2.2 Operasi Group 9.3 Inter-Communication 9.3.1 Membuat Proses Inter-Communication 9.4 Caching 9.5 Penamaan Objek Bab 10. Topologi Virtual 10.1 Apakah Itu Topologi Virtual? 10.2 Topologi Kartesian 10.2.1 Membuat Topologi Kartesian 10.2.2 Mapping Koordinasi Topologi Kartesian Terhadap Rank 10.2.3 Operasi Shift 10.2.4 Partisi 10.3 Topologi Graph 10.3.1 Membuat Topologi Graph 10.4 Topologi Distribusi 10.5 Pengujian dan Testing 10.5.1 Pengujian Distribusi Kartesian 10.5.2 Pengujian Distribusi Graph 10.6 Fungsi Low-Level Pada Topologi 10.6.1 Demo Topologi Kartesian 10.6.2 Demo Topologi Graph Bab 11. MPI I/O 11.1 Manipulasi File 11.1.1 Membuka dan Menutup File 11.1.2 Menghapus File 11.2 Informasi File 11.3 File View 11.4 Akses Data File 11.4.1 Metode Eksplisit Offset 11.4.1.1 Blocking Dengan Kondisi Non Collective 11.4.1.2 Blocking Dengan Kondisi Collective 11.4.1.3 Non Blocking & Split Collective Dengan Kondisi Non Collective 11.4.1.4 Non Blocking & Split Collective Dengan Kondisi Collective 11.4.2 Metode Individu Pointer File 11.4.2.1 Blocking Dengan Kondisi Non Collective 11.4.2.2 Blocking Dengan Kondisi Collective 11.4.2.3 Non Blocking & Split Collective Dengan Kondisi Non Collective 11.4.2.4 Non Blocking & Split Collective Dengan Kondisi Collective 11.4.3 Metode Sharing Pointer File 11.4.3.1 Blocking Dengan Kondisi Non Collective 11.4.3.2 Blocking Dengan Kondisi Collective 11.4.3.3 Non Blocking & Split Collective Dengan Kondisi Non Collective 11.4.3.4 Non Blocking & Split Collective Dengan Kondisi Collective Bab 12. Komunikasi Satu Sisi 12.1 Mengenal Komunikasi Satu Sisi 12.2 Membangun Komunikasi 12.3 Operasi Pada Komunikasi Satu Sisi 12.4 Sinkronisasi 12.4.1 Sinkronisasi Target Aktif 12.4.2 Lock 12.5 Demo 12.5.1 Demo 1 12.5.2 Demo 2 Bab 13. Memory dan Timer 13.1 Bekerja dengan Memory 13.2 Bekerja dengan Timer Bab 14. Penanganan Error 14.1 Penanganan Error 14.2 Menangani Error Pada Communicator 14.3 Menangani Error Pada Window 14.4 Menangani Error Pada File 14.5 Memperoleh Informasi Error Bab 15. MPI Client-Server 15.1 Konsep Client-Server 15.2 MPI Server 15.3 MPI Client 15.4 Proses Kirim Dan Terima Data 15.5 Demo Client-Server 15.6 Publikasi Daftar Pustaka Lampiran Tentang Penulis
Semoga buku ini bermanfaat
Cek juga info bagaimana membelinya disini