Kuliah Online:: Pengenalan Jaringan Nirkabel IEEE 802.11

by Agus Kurniawan 11. December 2014 20:55
Diundang diacara kuliah online. Tujuan: Mempelajari konsep Jaringan nirkabel (Wireless) IEEE 802.11 dan penerapannya. Pemateri: Agus Kurniawan http://blog.aguskurniawan.net Biaya: Gratis Lokasi: 30 Desember 2014, Jam 16:00 - 17:00 WIB (GMT+7) http://youtu.be/v7zhcqoERXQ Topik: * Introduction to Wireless IEEE 802.11 Networks * IEEE 802.11 Network Protocol Overview * IEEE 802.11 Network Hardware Module * IEEE 802.11 Network Protocol Analysis: Demo using Wireshark * IEEE 802.11 Network Simulation: Demo using OMNet++ * IEEE 802.11 Network Security * Q&A Pendaftaran: http://goo.gl/forms/kJYWiKZw1G **Note** Kuliah online akan dapat dilaksanakan jika pesertanya minimal 15 orang.

Tags:

Wireless Networks

XBee IEEE 802.15.4 Programming

by Agus Kurniawan 22. June 2014 14:28
Are you working with Wireless Sensor Network? I have just finished writing a book, XBee IEEE 802.15.4 Programming. This book helps you how to get started with IEEE 802.15.4 programming through XBee device. All sample codes were written in Python to illustrate how to work with IEEE 802.15.4. Table of Content 1. Preparing Development Environment 1.1 XBee IEEE 802.15.4 1.2 Getting Hardware 2. Hello XBee IEEE 802.15.4 2.1 Understanding IEEE 802.15.4 2.2 Connecting XBee to Computer 2.3 XBee Driver 2.3.1 Windows Platform 2.3.2 Linux and Mac 2.3.3 Connection Testing 2.4 X-CTU Software 2.5 Test Query 2.6 Test Terminal 2.7 Modem Parameter and Firmware 2.8 Updating Modem Configuration 3. XBee AT Command 3.1 Getting Started 3.2 A List of XBee AT Command 3.3 Demo Building Chatting Application 3.3.1 Hardware Configuration 3.3.2 Configuring Network 3.3.3 Testing 3.3.4 Troubleshooting 3.4 Updating XBee Parameters Using X-CTU 3.5 Restore to Default Configuration 4. XBee Programming 4.1 Getting Started 4.2 Enabling API Mode on XBee 4.3 XBee Programming using X-CTU 4.3.1 Understanding XBee Frame 4.3.2 Communicating with X-CTU 4.3.3 Remote Command 4.4 Python 4.4.1 Working with AT Command 4.4.2 Demo: Building Sender and Reader XBee 5. XBee Digital I/O and ADC 5.1 XBee Pins 5.2 Connecting XBee to Breadboard 5.3 XBee Digital Output 5.4 I/O Line Passing 5.5 Forcing Sampling (IS Command) 5.6 XBee Analog I/O 6. Working with Sleep Mode 6.1 Getting Started 6.2 Hibernate 6.3 Doze 6.4 Cyclic Sleep 6.4.1 Cyclic Sleep - SM 4 6.4.2 Cyclic Sleep - SM 5 7. XBee IEEE 802.15.4 Networking 7.1 Getting Started 7.2 Peer-to-Peer Networks 7.2.1 One-Way Communication 7.2.2 Two-Way Communication 7.3 Point-to-Multipoint Network 7.4 Broadcast Network 7.5 Received Signal Strength (RSS) 8. XBee and Arduino 8.1 Getting Started 8.2 Demo: XBee, Arduino and PC 8.2.1 XBee Configuration 8.2.2 Arduino Program 8.2.3 Python Client Program 8.2.4 Testing 8.3 xbee-arduino Library 8.3.1 Configuring XBee 8.3.2 Arduino Program 8.3.3 Python Program 8.3.4 Testing 9. XBee and Raspberry Pi 9.1 Getting Started 9.2 XBee Programming for Raspberry Pi 9.3 Demo: Raspberry Pi and PC Communication Through XBee 9.3.1 XBee Configuration 9.3.2 Writing Program for Raspberry Pi and PC 9.3.3 Testing 10. XBee and TI MSP430 LaunchPad 10.1 Getting Started 10.2 Demo: XBee, TI MSP430 LaunchPad, and PC 10.2.1 XBee Configuration 10.2.2 Writing Program for TI MSP430 LaunchPad 10.2.3 Writing Program for PC 10.2.4 Testing 10.3 What's the Next?   How to Get You can obtain this book on the following online store: Lulu, http://www.lulu.com/shop/agus-kurniawan/xbee-ieee-802154-programming/ebook/product-21683673.html Amazon Kinddle, http://www.amazon.com/dp/B00L6L47FQ  Google Play Book, https://play.google.com/store/books/details?id=XEHeAwAAQBAJ  Kobo Books, http://store.kobobooks.com/en-US/ebook/xbee-ieee-802-15-4-programming  iBookStore, http://itunes.apple.com/us/book/isbn9781312296282 

Tags:

Books | Python | Wireless Networks

Sniffing Pada Jaringan IEEE 802.11 Wireless Network

by Agus Kurniawan 19. May 2013 20:30
Kebutuhan akan informasi yang dapat diakses dengan cepat memerlukan infrastruktur jaringan yang memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunyanya menyediakan jaringan internet wireless atau dikenal dengan WIFI. Jaringan wireless sendiri telah diatur dalam standard 802.11. Dokumen standard ini [1] dapat diunduh secara gratis. Pada artikel ini saya tidak membahas jaringan IEEE 802.11 wireless network melainkan sharing bagaimana kita melakukan sniffing paket radio pada jaringan wireless LAN atau dikenal dengan IEEE 802.11 Network pada platform Linux Ubuntu dan Windows. Artikel ini juga merupakan supplement dari buku saya, Network Forensics: Panduan Analisis Dan Investigasi Paket Data Jaringan Menggunakan Wireshark [2], yang diterbitkan Andi Publisher. Pada buku ini [2] sudah dijelaskan bagaimana melakukan sniffing dengan menggunakan Wireshark [3] pada bab 4. Pembahasan paketnya dijelaskan pada bab 19. Ok, mari kita bedah bagaimana kita melakukan sniffing paket jaringan IEEE 802.11 Wireless Network terutama pada paket frame radio. Memahami Jaringan IEEE 802.11 Wireless Network Wireless Local Area Network (WLAN) merupakan teknologi komunikasi nirkabel yang ditentukan oleh organisasi IEEE. Memahami protokol IEEE 802.11 tidaklah mudah. Begitu banyak spesifikasi yang harus dipahami untuk mengerti benar-benar paket IEEE 802.11. Saya menyarankan untuk membaca standard protokol IEEE 802.11 yang dikeluarkan oleh IEEE yang dapat diunduh disini [1]. Selain itu, ada buku yang khusus membahas jaringan wireless IEEE 802.11 yang ditulis oleh Matthew Gast [4]. Secara umum, biasanya WLAN ini dikenal juga dengan protokol IEEE 802.11. Saat ini sudah ada 5 spesifikasi berdasarkan IEEE 802.11 yaitu 802.11 802.11a 802.11b 802.11g 802.11n Masing-masing memiliki perbedaan fitur dengan tujuan yang berbeda-beda. Berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11, kita dapat melihat arsitektur protokol IEEE 802.11 pada gambar dibawah ini   Berdasarkan spesifikasi Media Access Control (MAC) pada protokol IEEE 802.11 dapat dilihat pada gambar dibawah ini Sedangkan bagian Frame Control secara lengkap format datanya dapat dilihat pada gambar dibawah ini   Sniffing IEEE 802.11 Wireless Network pada Platform Linux Ubuntu Umumnya Wireshark bekerja dengan user root dan kita juga dapat menggunakan Wireshark untuk melakukan sniffing tanpa menggunakan user root. Caranya cukup mudah, lakukan eksekusi command dibawah ini sudo chgrp adm /usr/bin/dumpcap sudo chmod 750 /usr/bin/dumpcap sudo setcap cap_net_raw,cap_net_admin+eip /usr/bin/dumpcap Selanjutnya anda dapat menjalankan Wireshark tanpa harus menggunakan root user. Kemudian kita jalankan Wireshark dan pilih WIFI card yang dimiliki Kemudian perhatikan paket protokolnya. Apakah anda melihat paket protokol IEEE 802.11 ? Secara default, Ubuntu bekerja pada Managed mode untuk WIFI card drivernya. Kita dapat mengeceknya dengan menjalankan perintah. iwconfig   Perhatikan pada wlan0 dan wlan1 semua bekerja pada mode Managed. Ini artinya WIFI card tidak melakukan monitor raw data pada WIFI card sehingga Wireshark tidak dapat memperoleh data paket radio IEEE 802.11. Bagaimana cara merubahnya? cukup mudah, misalkan kita akan menggunakan wlan1. Berikut ini perintahnya sudo ifconfig wlan1 down sudo iwconfig wlan1 mode monitor sudo ifconfig wlan1 up Kemudian lakukan pengecekan lagi iwconfig   Sekarang terlihat bahwa WIFI card kita sudah bekerja pada monitor mode. Btw, tidak semua WIFI card driver dapat bekerja monitor mode. Walaupun kita sudah mengaktifkan, kadangkalanya kita mengalami error pada Wireshark karena memang driver tidak dapat mengakomodir. Disini saya menggunakan WIFI Netgear WG111v2 Alternatif lainnya, pembaca dapat menggunakan WIFI USB Alfa yang banyak digunakan untuk sniffing wireless network, informasinya dapat disini http://www.amazon.com/Alfa-AWUS036H-802-11b-Wireless-network/dp/B002WCEWU8/   Ok, sekarang kita jalankan lagi Wireshark dan memilih WIFI card yang sudah diaktifkan monitor modenya Kalau diperhatikan disitu terluhat Link-layer Header sudah terbaca 802.11 plus radiotap header. Ini artinya Wireshark dapat melakukan sniffing protokol IEEE 802.11 wireless network. Akhirnya kita dapat melihat paket IEEE 802.11   Sniffing IEEE 802.11 Wireless Network pada Platform Windows Secara default, WIFI card driver pada Windows tidak memungkinkan untuk bekerja pada monitor mode. Akibatnya kita tidak dapat menggunakan Wireshark kecuali dengan menggunakan alat khusus seperti Airpcap [5]. Penulis juga bersyukur karena mendapat alat ini secara cuma-cuma dari pihak Cacetech setelah penulis sedang melakukan penelitian di bidang IEEE 802.11. Dengan alat Airpcap ini, kita install driver dan memasukkan kedalam komputer. Windows akan langsung mendeteksinya.   Kemudian kita jalankan Wireshark dan memilih Airpcap sebagai interfacenya Disini terlihat ada Airpcap USB wireless capture. Dengan mencentang ini kita dapat melakukan monitoring paket IEEE 802.11 wireless network.   Alternatif lain selain menggunakan Airpcap dan Wireshark, kita dapat menggunakan tool lain misalkan dari Microsoft yaitu Microsoft Network Monitor 3.4. Tool ini dapat diunduh secara gratis di alamat http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=4865. Hasil sniffing menggunakan Microsoft Network Monitor 3.4 kemudian dibuka dengan Wireshark untuk analisanya . Semoga artikel ini berguna untuk rekan-rekan.   Referensi IEEE 802.11 Wireless LAN, http://standards.ieee.org/about/get/802/802.11.html  Agus Kurniawan, Network Forensics: Panduan Analisis Dan Investigasi Paket Data Jaringan Menggunakan Wireshark, Andi Publisher, 2012, http://blog.aguskurniawan.net/post/NetworkForensicsWireshark.aspx Wireshark, http://www.wireshark.org Matthew Gast, 802.11 Wireless Networks: The Definitive Guide, 2nd Edition, O'Reilly, 2005, http://shop.oreilly.com/product/9780596100520.do Airpcap, http://www.riverbed.com/de/products/cascade/wireshark_enhancements/airpcap.php Microsoft Network Monitor 3.4, http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=4865 

Tags:

Networking | Wireless Networks

Mengenal Wireless Sensor Network

by Agus Kurniawan 31. December 2010 07:52
Ini adalah artikel gw mengenai Wireless Sensor Network yang dipublikasikan oleh majalah PC Media edisi Januari 2011. Apa Itu Wireless Sensor Network? Wireless Sensor Network atau disingkat dengan WSN adalah suatu peralatan sistem embedded yang didalamnya terdapat satu atau lebih sensor dan dilengkapi dengan peralatan sistem komunikasi. Sensor disini digunakan untuk menangkap informasi sesuai dengan karakteristik . Contoh tipe sensor dapat dilihat pada table dibawah ini: Tipe Sensor Contoh Sensor Temperatur Thermistor, thermocouple Tekanan Pressure gauge, barometer, ionization gauge Optik Photodiodes, phototransistors, infrared sensors, CCD sensors Akustik Piezoelectric resonators, microphones Mekanik Strain gauges, tactile sensors, capacitive diaphragms, piezoresistive cells Gerakan dan Getaran Accelerometers, gyroscopes, photo sensors Posisi GPS, ultrasound-based sensors, infrared-based sensors, inclinometers Kelembaban Capacitive and resistive sensors, hygrometers, MEMS-based humidity sensors Radiasi Ionization detectors, Geiger–Mueller counters Sensor-sensor ini akan mengubah data analog ke data digital. Data ini selanjutnya dikirim ke suatu node melalui media komunikasi yang digunakannya seperti Bluetooth Infrared Wifi Kemampuan sensor pada WSN secara luas membuat penggunaan WSN untuk melakukan monitoring banyak digunakan. WSN dapat digunakan dengan sensor sederhana yang memonitoring suatu fenomena sedangkan untuk yang komplek maka setiap WSN akan mempunya lebih dari satu sensor sehingga WSN ini akan dapat melakukan banyak monitoring suatu fenomena. Jika WSN ini dihubungkan ke gateway yang dapat mengakses internet maka WSN ini dapat diakses dan berkolaborasi dengan sistem lain seperti yang terlihat pada gambar 1. Gambar 1. Ilustrasi scenario penggunaan WSN Penerapan dan Penggunaan WSN Teknologi WSN banyak memberikan inspirasi dalam penerapan dan penggunaan untuk segala bidang. Beberapa penerapannya contohnya Monitoring lingkungan Target tracking Pipeline (Air, minyak,  gas) tracking Monitoring pertanian Supply chain management Traffic management Setiap node WSN akan mengirim data sensor ke suatu base dan hasil kumpulan data semuanya akan diolah sehingga  ini akan memberikan suatu informasi. Contoh penggunaan WSN pada bidang pertanian dapat dilihat pada gambar 2. Disini terlibat bahwa lingkungan pertanian dilakukan monitoring melalui WSN dan dapat diakses melalui internet baik browser maupun mobile device. Gambar 2. Penggunaan WSN bidang pertanian Arsitektur WSN Setiap node WSN umumnya berisi sistem sensing, processing, communication dan power yang dapat diilustrasikan seperti pada gambar 3. Bagaimana menggabungkan ini adalah hal yang harus diperhatikan ketika kita melakukan perancangan. Sistem processor merupakan bagian sistem yang terpenting pada WSN yang dapat mempengaruhi performance ataupun konsumsi energi. Beberapa pilihan untuk processor dapat memilih antara lain: Microcontroller Digital signal processor Application-specific IC Field programmable gate array Gambar 3. Arsitektur umum pada sebuah WSN …………..   Artikel ini dapat diunduh disini http://www.slideshare.net/agusk2007/mengenal-wireless-sensor-network   Referensi Waltenegus Dargie and Christian Poellabauer, Fundamental of Wireless Sensor Networks, Wiley & Sons, 2010 Philip Levis and David Gay, TinyOS Programming, Cambridge University Press, 2009 Wikipedia, Wireless Sensor Networks, http://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_sensor_network Lebih lengkapnya dapat dibaca di majalah PC Media edisi Januari 2011. Semoga berguna

Tags:

Papers | Wireless Networks

Mengenal Jaringan Wireless Ad Hoc

by Agus Kurniawan 3. October 2010 16:46
Perkembangan teknologi jaringan saat ini cukuplah pesat mulai dari jangkauan yang luas hingga harga yang bersaing. Kemudahan akses dan penggunaan menjadi salah satu faktor apakah teknologi jaringan dapat diterima oleh banyak orang terutama mereka yang sering berpergian (mobile user). Pada artikel ini penulis mencoba mengajak pembaca untuk lebih mengetahui teknologi jaringan wireless Ad Hoc yang sangat cocok bagi mereka yang aktivitasnya mobile nya tinggi.   Jaringan Wireless Jaringan wireless atau dilingkungan kita dikenal dengan jaringan nirkabel adalah jaringan komunikasi yang tidak memerlukan kabel. Banyak sekali media yang dapat digunakan pada jaringan wireless ini, antara lain Bluetooth Infrared Data Association (IrDA) HomeRF Standard jaringan wireless IEEE 802.11 Bluetooth adalah teknologi komunikasi wireless berbasis gelombang mikro yang berkecepatan tinggi dengan konsumsi energi yang rendah. Design Bluetooth diharapkan dapat digunakan untuk melakukan koneksi antara telpon, laptop, personal digital assistants (PDA) atau peralatan lain yang berbasis Bluetooth. Tampilan contoh peralatan Bluetooth dapat dilihat pada gambar 1. Tidak seperti infrared, Bluetooth tidak memerlukan posisi yang sejajar dari unit yang saling berhubungan. Beberapa fitur Bluetooth dapat dilihat dibagian bawah ini Beroperasi pada 2.56 GHz ISM band Menggunakan Frequency Hop Spread Spectrum (FHSS) Dapat support sampai dengan 8 peralatan dalam suatu jaringan kecil Omnidrectional Jangkauan 10m sampai 100m atau dapat lebih dengan external power amplifier Konsumsi energi 1 mw IrDA adalah organisasi internasioanl yang menciptakan dan mempromosi standard interoperabilitas dengan harga yang murah yaitu infrared data interconnection. IrDA sudah memiliki kumpulan protokol data transfer. Saat ini adapter IrD dapat support untuk serial dan parallel. Tampilan contoh peralatan IrDA dapat dilihat pada gambar 2. Beberapa fitur penting IrDA antara lain Jangkauan hingga 1 meter atau dapat diperluas sepanjang 2 meter. Komunikasi berbasis Bidirectional Data transmisinya mulai dari 9600 bps hingga ada sampai 4 Mbps Data packet diproteksi dengan Cyclic Redundancy Check (CRC) contohnya CRC-16 untuk IrDA kecepatan sampai 1.152 Mbps dan CRC-32 pada 4 Mbps HomeRF adalah bagian dari International Telecommunication Union (ITU) dam diperuntukan untuk standard komuniasi data dan radio frequency (RF). Tampilan contoh peralatan HomeRF dapat dilihat pada gambar 3. Beberapa fitur penting HomeRF antara lain Beroperasi pada 2.45 GHz ISM band Jangkauan hingga 150 kaki Dapat melayani frequency hopping sebesar 50 hops per detik Kapasitas hingga 127 node Konsumsi energi 100mW kecepatan data 1 Mbps dengan menggunakan 2 frequency-shift keying (FSK) modulation dan 2 Mbps untuk 4 FSK modulation Koneksi voice dapat melayani hingg 6 fulll duplex Data keamanan menggunakan algoritma blowfish encryption Data kompresi menggunakan algoritma Lempel-Ziv Ross Williams 3 (LZRW3)-A Jaringan standard 802.11 atau dikenal denan WiFi adalah teknologi jaringan wireless yang banyak digunakan untuk jaringan kecil hingga besar. Peralatan Wifi dapat dibuat oleh semua vendor selama mengikuti standard 802.11. Tampilan contoh peralatan yang mengimplementasi standard 802.11 dapat dilihat pada gambar 4. Secara umum perbandingan Bluetooth, IrDA, HomeRF dan IEEE 802.11 dapat dilihat pada tabel 1. Gambar 1. Bluetooth dalam bentuk USB Gambar 2. IrDA dalam bentuk USB Gambar 3. Salah satu contoh implementasi HomeRF Gambar 4. Contoh peralatan Wifi 802.11 dalam bentuk USB Tabel 1. Perbandingan Bluetooth, IrDA, HomeRF dan IEEE 802.11   Apakah itu Jaringan Wireless Ad Hoc? Setelah kita mengekplorasi jaringan wireless maka akan timbul pertanyaan apakah itu jaringan wireless Ad Hoc?. Jaringan wireless Ad hoc adalah kumpulan node (atau router) wireless mobile yang secara dinamis keberadaannya tanpa menggunakan jaringan infrastruktur yang ada atau administrasi yang terpusat. Jaringan wireless Ad Hoc dapat juga dikatakan sebagai desentraslisasi jaringan wireless. Istilah jaringan wireless ad hoc sebelumnya dikenal dengan jarinan packet radio (PRNET) sekitar tahun 1970 dimana ini disponsori oleh DARPA dan proyek ALOHAnet. Pada jaringan Ad Hoc, router dapat dengan bebas melakukan organiasi jaringan yang berakibat topologi akan berubah dengan cepat dan sulit untuk diprediksi. Dengan fitur ini, jaringan Ad Hoc mengalami beberapa tantangan antara lain Multihop Mobility Kombinasi jaringan yang besar dengan berbagai peralatan yang berbeda Bandwidth Keterbatasan konsumsi battery Terlepas permasalahan diatas, jaringan Ad Hoc juga memerlukan protokol routing karena setiap node memerlukan pertukaran data contohnya seperti terlihat pada gambar 5. Gambar 5. Contoh jaringan wireless Ad Hoc   Kegunaan User yang mobile yang ingin berkomunikasi pada situari yang jaringan kabel yang tidak pasti akan memerlukan koneksi untuk keperluan kegiatannya. Oleh karena itu, kehadiran jaringan wireless Ad Hoc dapat membantu aktivitas komunikasi antar user. Misalkan anda berada di bandara dan ketemu dengan teman-teman anda. Selanjutnya anda dan teman anda ingin bertukaran data maka anda dapat memanfaatkan jaringan wireless Ad Hoc anda. Pada kondisi ini, kumpulan mobile host yang terhubung dengan jaringan wireless memerlukan jaringan wireless bersifat sementara tanpa perlu administrasi yang komplek ataupun infrastruktur yang komplek. Group Mobile Ad Hoc network (MANET) yang bagian dari IETF mencoba membuat spesifikasi MANET dan memperkenalkan untuk standard internet. MANET diharapkan dapat disupport untuk jarinangan mobile Ad Hoc dengan berbagai router dan dapat menyelesaikan tantangan pada jaringan ini seperti keterbatasan jangkauan, packet loss, induksi gelombang, dan konsumsi battery.   Protokol MAC Layer Pada jaringan wireless Ad Hoc, transmitter menggunakan sinyal radio untuk berkomunikasi dengan menggunakan frekuensi yang sama. Secara umum, setiap node hanya akan menjadi transmitter (TX) atau receiver (RX) pada satu waktu artinya tidak bisa menjadi TX dan RX dalam satu waktu yang sama. Selain itu, komunikasi antra mobile node dibatasi oleh jangkauan transmisi. Tidak seperti jaringan kabel, packet delay yang terjadi pada jaringan wireless Ad Hoc terjadi tidak hanya karena beban trafik tetapi juga beban trafik pada node yang didekatnya, ini dikenal dengan traffic interference. Protokol Medium Access Control (MAC) memegang peranan penting pada performance jaringan Mobile Ad Hoc (MANET). Protokol MAC didefinisikan bagaimana masing-masing mobile node dapat melakukan sharing resource wireless bandwidth yang terbatas secara efisien. Source dan destination kemungkinan letaknya berjauhan dan mungkin masing-masing packet data memerlukan relay dari satu node ke lainnya untuk kasus multihop. Satu tantangan yang mendasar pada penelitian MANET adalah bagaimana meningkatkan throughput jaringan dengan mempertahankan konsumsi energi yang rendah untuk komunikasi packet. Implementasi MAC untuk jaringan wireless Ad Hoc saat ini banyak sekali dilakukan penelitian karena jaringan wireless Ad Hoc mempunyai karateristik yang unik. Metode Carrier Sense Multiple Access (CSMA) MAC yang umumnya digunakan untuk jaringan kabel tidak bisa diterapkan pada jaringan wireless Ad Hoc. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya permasalahan hidden-terminal seperti yang terlihat pada gambar 6. Gambar 6. Permasalahan hidden terminal pada jaringan wireless Ad Hoc Terlepas metode yang digunakan untuk implementasi MAC untuk jaringan wireless Ad Hoc, ada beberapa hal yang diperhatikan yaitu Throughput dan delay Fairness Efisiensi energi Support multimedia Protokol Routing Protokol routing adalah Protokol routing Ad Hoc adalah standard bagaimana suatu node menentukan jalur packet ke tujuan pada jaringan Ad Hoc. Membangun protokol routing pada jaringan wireless Ad Hoc tidak mudah seperti yang dibayangan dan ditambah lagi dengan topologi jaringan yang dinamis. Peneliti mencoba membuat metode protokol routing pada jaringan wireless Ad Hoc dan hasilnya banyak sekali metodenya. Pembaca dapat melihatnya pada alamat Wikipedia ini http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ad-hoc_routing_protocols .   Protokol Transport Transmission Control Protocol (TCP) dibuat untuk menyediakan data transfer yang reliable. Secara teori, TCP seharusnya independent terhadap teknologi yang berjalan pada infrastruktur tetapi kenyataannya di lapangan hampir implementasi TCP dibuat dengan asumsi diterapkan pada jaringan kabel sehingga ketika ini diimplementasi pada jaringan wireless diperoleh hasil yang buruk. Pada jaringan Ad Hoc, permasalahan TCP congestion tidak hanya terjadi pada network congestion tetapi banyak sekali sumbernya contohnya tingginya bit error rate, path asymmetry, komunikasi multihop sperti hidden terminal. Metode paling mudah untuk protokol transport pada jaringan wireless Ad Hoc dengan menerapkan Split TCP yang makalahnya dapat diunduh pada alamat http://www.cs.ucr.edu/~michalis/PAPERS/split-glo02.pdf   Implementasi Jaringan Wireless Ad Hoc Pada OS Windows Microsoft sadar betul bahwa kebutuhan akan jaringan wireless Ad Hoc sangat berguna bagi user. Oleh karena itu, Microsoft sudah menyiapkan fitur jaringan wireless Ad Hoc pada OS sejak OS Windows XP. Pada Windows 7, kita dapat membuat jaringan wireless Ad Hoc melalui Network and Sharing Center., berikut ini langkah-langkahnya: Pada Network and Sharing Center, pilih Set up a new connection or network dengan mengkliknya maka kita akan memperoleh kotak dialog seperti gambar 7 Pilih Setup a wireless ad hoc (computer-to-computer) network Jika selesai klik tombol Next Selanjutnya kita memperoleh kotak dialog seperti gambar 8 mengenai informasi wireless ad hoc network Jika selesai membaca, klik tombol Next Setelah itu kita memperolah kotak dialog untuk mengisi informasi Ad Hoc network seperti yang terlihat pada gambar 9 Isi nama jaringan beserta security key Jika selesai, klik tombol Next Selanjutnya sistem akan membuat jaringan wireless Ad Hoc Jika selesai, kita akan memperoleh kotak dialog seperti yang terlihat pada gambar 10 Tutup kotak dialognya Akhirnya kita telah membuat jaringan wireless Ad Hoc. Kalau kita perhatikan di tray-icon wireless dan mengkliknya akan muncul seperti gambar 11. Pada kondisini ini, komputer kita sedang menunggu koneksi yang masuk. Pastikan user yang akan bergabung ke jaringan wireless Ad Hoc mengetahui security key sesuai dengan inputan pada langkah 7. Gambar 7. Kotak dialog untuk membuat jaringan wireless Ad Hoc Gambar 8. Informasi umum jaringan wireless Ad Hoc Gambar 9. Mengisi konfigurasi jaringan wireless Ad Hoc Gambar 10. Jaringan wireless Ad Hoc telah sukses dibuat Gambar 11. Informasi koneksi jaringan wireless Ad Hoc yang telah dibuat   Referensi Subir Kumar Sarkar,T G Basavaraju,C Puttamadappa, Ad Hoc Mobile Wireless Networks, Auerbach Publications, 2008 http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ad-hoc_routing_protocols *Artikel ini telah dipublikasikan ke majalah PC Media Edisi Agustus 2010

Tags:

Networking | Wireless Networks

About Agus Kurniawan

Agus Kurniawan

For more detail about me click here [V]

Please entry your name into my guestbook [V]

If you want to contact me, please go here [V]

Go here for my professional services [V]

My Books

Teensy Development Workshop Teensy 3.5 and Teensy 3.6 Boards Edition OpenMV Development Workshop

ESPresso Lite V2.0 Development Workshop  MicroPython for ESP32 Development Workshop

Arduino FIO Development Workshop  Getting Started with Android Things for Raspberry Pi 3

Pycom WiPy 2.0 Development Workshop  XBee ZigBee Development Workshop

SparkFun ESP32 Thing Development Workshop Getting Started With BBC micro:bit

Getting Started With Raspberry Pi Zero W Espruino Pico Development Workshop

Getting Started with ASP.NET Core for OS X, Linux, and Windows  Arduino TIAN Development Workshop

SimpleLink Wi-Fi CC3200 LaunchPad Development Workshop  MicroPython for ESP8266 Development Workshop

Smart Internet of Things Projects  Arduino UNO WiFi Development Workshop

XBee Wi-Fi development workshop SparkFun Simblee BLE Development Workshop

Mengenal Microsoft Azure ML Getting Started with Windows 10 IoT Core for Raspberry Pi 3

Arduino and Genuino Zero Development Workshop Go and SQL Server Programming By Example

Arduino and Genuino MKR1000 Development Workshop  Mengenal Microsoft Azure IoT

Getting Started with Raspberry Pi 3 PHP and PostgreSQL Programming By Example

Arduino and Genuino 101 Development Workshop Getting Started with Raspberry Pi Zero

Getting Started with Arduino Wiring for Windows 10 IoT Core Getting Started with Wolfram Language and Mathematica for Raspberry Pi

Arduino Uno: A Hands-On Guide for Beginner Arduino Leonardo and Arduino Micro: A Hands-On Guide for Beginner

RedBearLab CC3200 Development Workshop The Photon Kit Development Workshop

Python Programming by Example Raspberry Pi LED Blueprints

Bluno Beetle Development Workshop BeagleBone Black Programming using Matlab

Arduino Programming using MATLAB Digispark USB Development Workshop

Near Field Communication (NFC) for Embedded Applications Arduino Development for OSX and iOS

SparkFun ESP8266 Thing Development Workshop Teensy Development Workshop

Getting Started with Windows 10 for Raspberry 2 NodeMCU Development Workshop

Getting Started with ASP.NET 5 for OS X, Linux, and Windows Getting Started with Windows Remote Arduino

Redis Programming by Example The Hands-on ARM mbed Development Lab Manual

Getting Started With STM32 Nucleo Development Getting Started with Windows IoT and Intel Galileo

Learning C by Example Getting Started with Raspberry Pi 2

Getting Started with Arduino and Go The Hands-on Arduino Yún Manual Lab

The Hands-on MEAN Lab Manual, Volume 1 Go Programming by Example

Getting Started with Scratch for pcDuino Raspberry Pi Wireless Networks

BeagleBone Black Programming by Example Database Programming Using R

Learning R in 120 Minutes The Hands-on Intel Edison Manual Lab

Getting Started with pcDuino3 TI ARM Cortex-M LaunchPad Programming by Example

Raspberry Pi I/O Programming using Python Getting Started with Intel IoT and Intel Galileo

Pemrograman Java Tingkat Lanjut PHP and MongoDB Programming By Example

ASP.NET SignalR Programming By Example KnockoutJS Programming by Example

Getting Started with Java ME Embedded 8 and Raspberry Pi XBee IEEE 802.15.4 Programming

Raspberry Pi System Programming for Beginner Backbone.js Programming By Example

PHP and SQL Server Programming By Example AngularJS Programming by Example

jQuery Programming by Example Getting Started with Arduino and Ruby

Raspberry Pi Command Line for Beginner Getting Started with Arduino and Python

MSP430 LaunchPad Programming TypeScript Programming by Example

Getting Started with Matlab Simulink and Arduino SQL Server for Node.js

Pocket Reference: Netduino for Beginner Database Programming using Matlab

Pocket Reference: Basic Sensors in Windows 8 Getting Started with Matlab Simulink and Raspberry Pi

Getting Started with Arduino and Java  Pocket Reference: Raspberry Pi Programming

Getting Started with Arduino and Matlab Getting Started with Arduino and .NET

Pocket Reference: Raspberry Pi Getting Started with Arduino and Node.js

MongoDB for VB.NET Panduan Praktis Windows Azure

Network Forensics: Panduan Analisis Dan Investigasi Paket Data Jaringan Menggunakan Wireshark Object-Relational Mapping (ORM): MongoDB, Mongoosejs and Node.js By Example

Nodejs Programming by Example MongoDB for by Example

Pemrograman Parallel Dengan MPI dan C Panduan Lengkap iPad 2 Untuk Pemula

Pemrograman Jaringan Dengan Java Aplikasi Pilihan iPad Untuk Anak-Anak

Buku lainnya [V]

Agus Kurniawan is Microsoft MVP (Most Valuable Professional)

Agus Kurniawan- Github Profile

Agus Kurniawan- Codeplex Profile

Follow Me

Follow agusk2010 on Twitter

Month List