Continuous-time and Discrete-time Signals

by Agus Kurniawan 29. January 2011 12:24

Bagi mereka yang sedang belajar communication system, konsep signal and system menjadi prasyarat materi yang harus dikuasai. Suatu signal atau sinyal dalam bahasa Indonesia menunjukan fungsi waktu terhadap variabel pengukuran seperti suhu, kecepatan, posisi dan sebagainya. Secara umum ada dua tipe sinyal yaitu

  • Continuous-time
  • Discrete-time

Pada tutorial ini gw akan menunjukan bagaimana representatif suatu signal dengan menggunakan Matlab.

Continuous-Time Signal

Secara matematika fungsi sinyal bertipe Continuous-time dapat ditulis sebagai berikut

cont1

Contoh sinyal continuous-time sebagai berikut

cont2

Ok, bagaimana implementasi pada Matlab? cukup mudah, misalkan kita mempunyai suatu sinyal yang fungsi matematika sebagai berikut

cont3

Nilai f1 dan f2 merupakan frekuensi sinyal. Misalkan nilai f1 = 35 dan f2=90 maka realisasi dengan menggunakan Matlab sebagai berikut

t = (0:0.001:4);
x = sin(2*pi*35*t) + 2*cos(2*pi*90*t);
figure('Name','Continous Signal');
plot(t(1:60),x(1:60));
xlabel('time');
ylabel('x(t)');

Kalau dijalankan di Matlab akan menghasilkan gambar seperti dibawah ini

signal1

Discrete-Time Signal

Sinyal diskrit disimbolkan dalam matematika sebagai berikut:

dec1

Nilai n menunjukan nilai diskrit yang diperoleh dari proses sampling.

Kalau kita sudah menghasilkan fungsi continuous-time dengan Matlab dengan menggunakan fungsi plot maka untuk menampilkan dalam bentuk diskrit maka kita dapat menggunakan fungsi stem.

Dengan fungsi sinyal yang sama seperti contoh diatas maka kita dapat menampilkan dalam bentuk diskrit sebagai berikut

t = (0:0.001:4);
x = sin(2*pi*35*t) + 2*cos(2*pi*90*t);
figure('Name','Decrete Signal');
stem(t(1:60),x(1:60));
xlabel('n');
ylabel('x[n]');
title('Contoh Discrete-time Signal');

Kalau dijalankan di Matlab akan menghasilkan gambar seperti dibawah ini

dec2

Signal Energy

Secara umum sebuah continuous-time signal dapat dihitung energinya dengan formula dibawah ini

e1

Sedangkan realisasi dalam Matlab kita dapat menggunakan fungsi sinc. Contoh energi dari sinyal kontinu diatas dapat dihitung dengan matlab sebagai berikut

t = (0:0.001:4);
x = sin(2*pi*35*t) + 2*cos(2*pi*90*t);
e_x=sinc(x);
figure('Name','Enegery of Continous Signal');
plot(t(1:60),e_x(1:60));
xlabel('time');
ylabel('Ex');
title('Contoh Enegery of Continous Signal');

Hasilnya grafiknya seperti dibawah ini

e2

Sedangkan untuk bentuk discrete-time dapat menggunakan stem setelah menghitung sinc

t = (0:0.001:4);
x = sin(2*pi*35*t) + 2*cos(2*pi*90*t);
e_x=sinc(x);
figure('Name','Enegery of Discrete Signal');
stem(t(1:60),e_x(1:60));
xlabel('time');
ylabel('Ex');
title('Contoh Enegery of Discrete Signal');

Contoh hasilnya sebagai berikut

e3

Cukup mudah kan.

Tutorial selanjutnya nanti akan membahas FFT dan Laplace transform. Semoga berguna Be right back

Referensi

  • Michael P. Fitz, Fundamental of Communication Systems, McGraw-Hill, 2007
  • Simon Haykin, Communication Systems, John Wiley & Sons, 2001

Tags:

Communication Systems | MATLAB

Comments (1) -

agung
agung Indonesia
2/12/2011 3:15:34 AM #

salam kenal,
saya tertarik baca artikel ini dan mau bertanya apa gunanya kita perlu menghitung (atau memperkirakan) besar energi dari suatu sinyal (diskrit atau nondiskrit/kontinyu).
saya penasaran dengan thread berikutnya: FFT dan Laplaca transform. ditunggu artikelnya.

Add comment

  Country flag

biuquote
  • Comment
  • Preview
Loading